Konten dari Pengguna

Mengenal Anemia pada Remaja: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Nadin Aulia Afwa

Nadin Aulia Afwa

Mahasiswa Ilmu Keperawatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nadin Aulia Afwa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahukah kalian bahwa anemia hingga kini menjadi salah satu masalah kesehatan global yang menjadi kesiagaan serius saat ini?. Menurut World Health Organization (WHO), kondisi ini tidak hanya akan berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia didalamnya dan bahkan pada pembangunan suatu negara. Secara global, prevelensi anemia pada tahun 2019 mencapai 29,9% dengan angka yang lebih tinggi di kawasan Asia Tenggara yaitu sebesar 41,9% serta Indonesia mencapai 30,6% pada wanita usia produktif. Dari data tersebut menunjukkan bahwa anemia masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang cukup tinggi dan memerlukan penanganan yang berkelanjutan.

Sebagai remaja hal yang harus kita lakukan adalah melakukan pencegahan dengan memahami dan mencari informasi terkait anemia yang bisa terjadi pada siapa saja. Hal ini dilakukan untuk menjadi solusi dalam menangani kasus anemia di Indonesia khususnya pada remaja.

Penyebab dan Gejala Terjadinya Anemia

Berdasarkan data dari Kusuma (2023) salah satu penyebab anemia adalah masih kurangnya pengetahuan terkait anemia dikalangan remaja. Maka dari itu sangatlah penting diadakannya edukasi kesehatan melalui media sosial, diskusi kepada teman sebaya dan melalukan metode ceramah di sekitar lingkungan remaja. Selain kurangnya pengetahuan, penyebab anemia yang lainnya adalah kurangnya kepedulian orang tua terkait kesehatan pada remaja dan pelayanan kesehatan remaja yang kurang untuk dimanfaatkan. Selain pendidikan pada remaja, pengtahuan orang tua terkait anemia juga penting. Terutama pendidikan seorang ibu, hal tersebut dikarenakan pendidikan seorang ibu berperan penting dalam menentukan status gizi anak untuk mencegah terjadinya anemia sejak dini.

Penyebab dan Gejala Anemia. Foto: istockphoto.

Pada dasarnya gejala yang mungkin akan muncul pada remaja ketika mengalami anemia yaitu merasakan kelelahan yang berlebih, pusing, wajah pucat, berkunang-kunang dan sesak. Berdasarkan data penelitian zahra ddk, gejala anemia tersebut pada umumnya terjadi kepada remaja putri yang sudah mengalami menstruasi. Maka dari itu, menstruasi menjadi faktor utama yang menyebabkan anemia pada remaja perempuan karena pada saat menstruasi akan terjadinya kehilangan darah yang cukup banyak. Sehingga kemungkinan akan kurangnya darah dapat memicu gelaja anemia pada remaja.

Menurut Yulianti dkk., (2024) jika anemia tidak ditangani dengan serius, dikhawatirkan akan berpengaruh pada penurunan konsentrasi belajar, perkembangan kognitif dan bahkan pada penurunan produktivitasnya. Anemia yang terjadi pada masa remaja berpotensi akan berlanjut hingga masa kehamilan di kemudian hari, sehingga meningkatkan risiko terjadinya komplikasi seperti bayi berat lahir rendah dan kematian ibu serta bayi saat melahirkan.

Penanganan dan Pencegahan Anemia

Pada umumnya remaja perempuan rentan untuk mengalami anemia. Hal tersebut dikarenakan kurangnya penanganan kebutuhan akan zat gizi yang berkaitan dengan percepatan pertumbuhan, kelihangan darah saat menstruasi, malnutrisi dan zat besi yang buruk.

Menurut Musniati dan Fitria anemia bisa dicegah dengan langkah sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari. Remaja perlu memperhatikan pola makan dengan mengonsumsi makanan yang cukup akan zat besi, seperti contohnya daging merah, hati ayam dan sapi, sayuran hijau atau bahkan kacang-kacangan. Hal itu diperlukan karena zat besi penting untuk pembentukan hemoglobin.Selain mengatur pola makan remaja juga perlu minum Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin dan teratur.

Dengan memahami penyebab, dampak dan cara pencegahannya, remaja diharapkan dapat lebih peduli terhadap kesehatannya sendiri. Anemia memang sering dianggap remeh, tetapi jika tidak ditangani dengan baik, dampaknya bisa cukup serius. Oleh karena itu, langkah kecil seperti menjaga pola makan dan meningkatkan pengetahuan bisa menjadi kunci penting untuk mencegah anemia sejak dini.