Pelajaran Penting dari Insiden Kapal Menabrak Container Crane di Pelabuhan Turki

Doctor in Management Science, Head of Corporate Secretary at Terminal Petikemas Koja and Lecturer & Researcher in Faculty of Economics & Business at Universitas Esa Unggul
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari SAFUAN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dalam dunia bisnis yang penuh dengan ketidakpastian dan potensi risiko, keberlangsungan operasional menjadi kunci utama bagi kelangsungan usaha. Hal ini sangat relevan bagi sektor pelabuhan, yang merupakan titik krusial dalam rantai pasok global. Implementasi Business Continuity Management System (BCMS) di pelabuhan bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga keharusan untuk memastikan operasi yang lancar dan minim gangguan.
Insiden kapal yang menabrak container crane di Turki merupakan contoh nyata dari pentingnya Business Continuity Management System (BCMS) dalam sektor pelabuhan. Kejadian yang sama juga pernah di alami oleh salah satu Pelabuhan di Indonesia di tahun 2019, dimana saat itu salah satu crane di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, ambruk setelah kapal MV Soul of Luck menabrak pelabuhan saat akan sandar. Kejadian ini tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik yang signifikan pada infrastruktur pelabuhan, tetapi juga mengganggu operasi pelabuhan, merugikan ekonomi, dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi pekerja dan masyarakat sekitar.
Definisi dan Ruang Lingkup BCMS
Business Continuity Management System (BCMS) adalah kerangka kerja yang sistematis dan holistik untuk mengidentifikasi potensi ancaman terhadap sebuah organisasi dan membangun kapasitas organisasi dalam mengatasi insiden dan pemulihan dari insiden tersebut. BCMS membantu organisasi mempersiapkan, merespons, dan pulih dari insiden sambil meminimalisir gangguan terhadap operasi serta mengurangi risiko keuangan dan reputasi.
Manfaat Implementasi BCMS di Pelabuhan
Mengurangi Downtime Operasional: Pelabuhan yang menerapkan BCMS dapat dengan cepat kembali beroperasi setelah insiden. Hal ini vital mengingat peran pelabuhan dalam mendukung perdagangan dan ekonomi.
Peningkatan Kepercayaan Stakeholder: Dengan BCMS, pelabuhan menunjukkan komitmen terhadap keamanan dan keberlangsungan operasi, meningkatkan kepercayaan dari para pengguna jasa pelabuhan, investor, dan regulator.
Kepatuhan Regulasi: Banyak negara mengharuskan infrastruktur kritikal seperti pelabuhan untuk memiliki rencana kontinuitas bisnis yang solid sebagai bagian dari persyaratan regulasi.
Pengelolaan Risiko yang Lebih Baik: BCMS memungkinkan pelabuhan untuk mengidentifikasi risiko dan mengembangkan strategi yang efektif untuk mengelola risiko tersebut, termasuk risiko alam seperti badai atau tsunami yang dapat menghentikan operasi pelabuhan.
Proses Implementasi BCMS di Pelabuhan
Pemahaman dan Komitmen Manajemen: Langkah pertama adalah memastikan bahwa manajemen puncak memahami dan berkomitmen terhadap BCMS. Ini termasuk penyediaan sumber daya yang diperlukan untuk implementasi sistem.
Penetapan Ruang Lingkup dan Batasan: Menentukan proses bisnis kritis yang perlu dilindungi dan risiko yang dihadapi.
Identifikasi Risiko dan Analisis Dampak Bisnis (BIA): Mengidentifikasi risiko yang dapat mempengaruhi operasi pelabuhan dan melakukan BIA untuk menentukan dampak dari berbagai jenis insiden.
Pengembangan dan Implementasi Strategi: Mengembangkan strategi untuk mengelola risiko dan memulihkan operasi. Ini termasuk pembuatan Business Continuity Plan (BCP) yang mendetail.
Pelatihan dan Simulasi: Melatih karyawan tentang prosedur BCMS dan melakukan simulasi untuk memastikan semua orang tahu apa yang harus dilakukan saat insiden terjadi.
Evaluasi dan Pembaruan Berkala: BCMS harus secara berkala dievaluasi dan diperbarui untuk memastikan efektivitasnya dalam menghadapi perubahan kondisi operasional dan risiko baru.
Kesimpulan
Implementasi BCMS di pelabuhan bukan hanya tentang memenuhi persyaratan regulasi, tetapi juga tentang memastikan bahwa pelabuhan dapat terus beroperasi efektif bahkan di hadapan insiden. Dengan sistem manajemen yang robust, pelabuhan tidak hanya dapat melindungi aset dan sumber daya, tetapi juga memastikan kelancaran rantai pasok global yang sangat bergantung pada efisiensi dan keandalan operasi pelabuhan.
