9 Cara Realistis Siapkan Pensiun untuk Pekerja

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Fakta hari ini, 8 dari 10 lansia atau pensiunan di Indonesia bergantung secara finansial kepada anak atau anggota keluarga yang bekerja (BPS, 2025). Maka wajar, 80% pensiunan mengalami masalah keuangan di masa tua atau terpaksa bekerja lagi. Hanya untuk menutupi biaya hidup di hari tua.
Lalu, gimana cara mempersiapkan pensiun yang paling realistis? Tidak pengen kaya di masa pensiun. Tapi cukup, tidak merepotkan anak-anak dan tetap bisa mandiri secara finansial di hari tua. Bisa menjaga standar dan gaya hidup di masa pensiun. Agar rekening tidak terkuras habis. Apalagi buat pekerja yang 5 tahun lagi akan pensiun, inilah 9 cara paling realistis untuk Bersiap pensiun:
1. Hitung pengeluaran bulanan sekarang. Catat apa saja kebutuhan wajib: makan, inetret, listrik, cicilan, atau biaya kesehatan, Itulah patokan “gaji pensiun” yang dibutuhkan di hari tua.
2. Lunasi utang sebelum pensiun. Sebab punya cicilan saat tidak punya gai lagi itu berat. Maka targetkan bebas dari utang konsumti minimal 1-2 tahun sebelum pensiun. Bebas utang itu wajib!
3. Siapkan dana darurat khusus pensiun. Saat pensiun ita tidak punya gaji, maka pastikan punya dana darurat paling tidak 12-36 bulan pengeluaran. Kalau bisa diinvestasikan (disimpan) di instrumen investasi yang aman dan mudah dicairkan.
4. Siapkan proteksi kesehatan. Pastikan kartu BPJS Kesehatan aktif dan bisa dipakai. Sebab biaya sakit saat ini besar dan bisa menguras tabungan bertahun-tahun.
5. Pahami hak pensiun dan saldo dananya. Saat mau pensiun, silakan cek dana JHT BPJS TK ada berapa, adakah dana pensiun dari kantor, atau DPLK yang dimiliki. Cari tahu cara mencairkan dan berapa jumlah dananya?
6. Mulai hitung “tingkat penghasilan pensiun” atau replacement ratio yang pas. Misalnya gaji terakhir Rp10 juta, berapa persen kebutuhan biaya hidup setelah pensiun dan tidak bergaji lagi? Aktual pensiunan hari ini, hanya 10% dari gaji terakhir, sementara rekomendasi ILO 40% dari gaji terakhir. Tapi survei saya di kalangan pensiunan menyebut 56% dari gaji terakhir.
7. Siapkan penghasilan pasif. Entah mulai usaha kecil, punya kontrakan, berkebun produktif atau apapun yang bisa menghasilkan untuk menutup pengeluaran rutin di hari tua.
8. Jangan taruh semua uang di “satu keranjang”. Mulai klasifikasi berapa punya uang dan mau taruh di mana? Seperti tabungan yang gampang diambil, depositu, emas atau dana pensiun DPLK. Ingat masa kehidupan setelah pensiun kira-kira 18 tahun setelah tidak bekerja lagi dan tidak punya gaji.
9. Sesuaikan gaya hidup dari sekarang. Mulai biasakan hidup sesuai “uang pensiun” yang ada, sesuaikan gaya hidup tidak lagi atas gengsi. Fokus pada kebutuhan, bukan keinginan.
Ketahuilah, siapapun cepat atau lambat pasti akan pensiun. Karenanya, masa pensiun harus dipersiapkan sejak dini. Utamanya melalui DPLK atau dana pensiun. Carilah DPLK yang sediakan aplikasi digital seperti SimPensiun, mulailah menabung untuk masa pensiun kita sendiri. agar tidak bergantung atau merepotkan anak-keluarga di hari tua.
Pensiun tenang itu hasil persiapan, pensiun yang sejahtera itu hasil perencanaan yang matang, bukan keberuntungan. Jadi, mau seperti apa dan bagaimana masa pensiun tergantung kita sendiri. #YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #LiterasiPensiun
