9 Tahun Pengabdian Tanpa Batas di Pelosok Negeri Bumi Senentang

Saya adalah Guru yang pernah mengabdi di pelosok negeri Kalimantan Barat selama 9 tahun dan selanjutnya ditugaskan kembali ke tanah kelahiran.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Niken Eka Priyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengabdian bagi seorang guru tidak hanya berarti memberikan materi pelajaran semata, namun juga berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik serta memberikan motivasi. Saya adalah seorang guru yang pernah 9 tahun mengabdi di pelosok negeri yaitu di SD Negeri 29 Idai tepatnya berada di Desa Idai, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat yang merupakan salah satu sekolah yang berada di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).
Sebagai seorang guru yang pernah mengabdi di daerah 3T selama 9 tahun banyak tantangan yang harus dihadapi di antaranya adalah letak geografis yang jauh menuju tempat tugas yang harus ditempuh kurang lebih 12 jam perjalanan darat, belum adanya listrik dan harus memanfaatkan panel surya sebagai sumber listrik, sinyal yang sulit di mana harus ke warung wifi desa untuk mengakses internet yang kuat serta sarana prasarana pendidikan terutama ruang kelas yang masih sangat terbatas, yang mana saat ini masih kekurangan lokal kelas di SD Negeri 29 Idai.
Selama saya mengabdi di pelosok negeri dari tahun 2017 hingga 2026, saya telah aktif berkontribusi dalam berbagai aspek pendidikan. Di antaranya adalah berkontribusi dalam proses akreditasi sekolah sehingga SD Negeri 29 Idai menjadi sekolah yang terakreditasi. Selain itu saya juga berperan sebagai pembimbing bagi peserta didik dalam berbagai lomba maupun kompetisi. Salah satu prestasi yang membanggakan adalah ketika saya menjadi pembina lomba puisi tingkat nasional.
Di dalam kegiatan lomba ini saya mendampingi peserta didik dalam menulis puisi yang tidak hanya menjadi pemenang sebagai karya 5 terbaik, namun juga puisi tersebut telah dibukukan dalam sebuah antologi puisi yang ber-ISBN. Di samping itu saya juga terlibat sebagai pembimbing dalam lomba KIHAJAR STEM tahun 2024. Pengalaman ini memperkaya pengetahuan saya dan memungkinkan saya berkontribusi lebih jauh dalam pengembangan potensi peserta didik di bidang tersebut.
Saya juga aktif mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) serta penguatan pendidikan karakter peserta didik di pelosok negeri. Seiring dengan kemajuan pendidikan saat ini dan memasuki Kurikulum Merdeka saya juga menjadi penggerak komunitas belajar SD Negeri 29 Idai yang juga sudah terdaftar di Platform Rumah Pendidikan.
Melalui komunitas belajar tersebut saya dapat berbagi praktik baik kepada rekan sejawat maupun Bapak/Ibu guru yang ada di Indonesia melalui webinar. Saya juga aktif berbagi pengetahuan dengan menjadi narasumber dalam kegiatan KKG, K3S, serta berkolaborasi dengan komunitas belajar lainnya.
Berbagai praktik baik yang dilakukan di sekolah dipublikasikan ke dalam buku maupun jurnal ilmiah yang ber-ISBN atau ISSN. Di dalam menghadapi semua tantangan ini tidak pernah memadamkan semangat saya sebagai guru saat berada di daerah 3T. Di era kemajuan teknologi yang makin pesat membuat seorang guru harus bisa menghadapi perubahan yang terjadi.
Salah satu caranya adalah melalui Platform Rumah Pendidikan terutama Ruang GTK yang merupakan salah satu platform teknologi dari Kemendikdasmen yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk belajar, mengajar serta berkarya. Rumah Pendidikan ini sangat membantu saya dalam melakukan praktik baik di daerah 3T karena banyak sekali referensi perangkat ajar sehingga menjadi masukan bagi saya dalam melakukan praktik baik di sekolah 3T.
Untuk melayani segala kebutuhan belajar peserta didik dan agar tidak tertinggal di era teknologi saat ini, saya termotivasi merancang pembelajaran yang menyenangkan berbasis petualangan. Oleh karena itu, saya pernah menerapkan “QR Code Adventure:Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa di Pelosok Negeri”. Dampak dari praktik pembelajaran dengan QR Code Adventure adalah dapat meningkatkan literasi dan numerasi peserta didik pada mata pelajaran matematika.
Hal ini terlihat berdasarkan hasil penilaian adanya kenaikan literasi sebesar 40% dan kenaikan numerasi sebesar 40% dari sebelum dan sesudah menggunakan QR Code Adventure. Praktik ini terlaksana secara efektif berdasarkan hasil belajar siswa yang telah melaksanakan proses pembelajaran tersebut.
Berdasarkan proses pembelajaran secara keseluruhan bisa disimpulkan bahwa keberhasilan praktik baik yang dilakukan didukung oleh beberapa faktor di antaranya: (1) adanya dukungan kepala sekolah yang dalam hal ini sudah memberikan motivasi untuk keberhasilan praktik baik pembelajaran ini, (2) adanya dukungan dari rekan sejawat yang memberikan saran serta masukan yang mendukung (3) pemetaan kebutuhan belajar peserta didik untuk menentukan arah strategi yang dilakukan, (4) persiapan rancangan pembelajaran yang disesuaikan dengan strategi yang dilakukan, (5) penyajian konten ajar yang menarik dan strategi asesmen yang dilakukan untuk mengakomodir semua kebutuhan belajar peserta didik dan (6) kegiatan refleksi sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut perbaikan pada proses pembelajaran berikutnya.
Berdasarkan hal tersebut, maka pembelajaran dengan QR Code Adventure sangat cocok diterapkan di daerah 3T karena bisa berpetualang serta menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Hasil testimoni juga menunjukkan bahwa peserta didik merasa senang dalam belajar karena pembelajarannya seru dan tidak membosankan.
Saya juga selalu berkoordinasi dengan orang tua dari peserta didik demi kemajuan pendidikan di pelosok negeri. Selama 9 tahun pengabdian di daerah 3T merupakan pengalaman hidup yang sangat berharga bagi saya selama menjadi ASN. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sintang yang telah memberikan dukungan saat saya mengabdi 9 tahun di pelosok negeri.
