Konten dari Pengguna

Kata “Safar” Mengungkap Karakter Seorang, Benarkah?

Ahmad Habibi
Seorang Mahasiswa semester akhir di STIBA Ar-Raayah Sukabumi, JABAR
1 Desember 2020 5:31 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ahmad Habibi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Kata “Safar” Mengungkap Karakter Seorang, Benarkah?
zoom-in-whitePerbesar
Kata “safar” mengungkap karakter seorang, benarkah??
Seorang yang ingin menguasai suatu bahasa, pasti akan mempelajarinya. Di dalam proses belajar suatu bahasa akan melalu proses penerimaan kosakata atau mufrodat.
ADVERTISEMENT
Dalam islam mengenal dan belajar bahasa arab merupakan suatu keharusan. Tapi ketika kita belajar bahasa arab dan memulai menerima beberapa kosakata kita langsung saja menerima, menghapal dan menelannya secara mentah-mentah. Jarang seseorang yang mau menelisik.
Bahasa arab memang bahasa yang telah berusia panjang, bahkan bisa dibilang bahasa tertua yang masih terjaga keotentikannya sampai saat sekarang ini. Dan berada di deretan bahasa yang mendunia.
Satu kata dalam bahasa arab bisa memuat banyak sekali makna dan dalam Bahasa Arab sendiri ada jutaan kosakata. Termasuk kalimat “safaro” dalam bahasa indonesia itu berarti perjalanan, dan apakah hanya memikili makna perjalanan saja,,,,,??
Dalam bahasa arab penamaan “safar” yang berarti perjalanan itu bukan tanpa makna.
Tapi “safar” itu maknanya “inkasyafa” dan “wadhoha” yaitu nampak dan jelas. Artinya kita tidak akan pernah mengetahui dengan nampak dan jelas watak/kepribadian seseorang, sampai kita pernah bersafar atau berpergian bersamanya.
ADVERTISEMENT
Pernah dikisahkan, pada jaman dahulu khalifah Umar r.a jika mendapati ada seorang sahabat yang bersaksi atau memberi informasi bahwa ‘‘fulan itu orangnya begini dan begini’’, lantas Umar r.a bertanya kepada sang pemberi saksi ‘’apakah kamu pernah berpergian/bersafar dengannya?’’ jika sahabat tersebut berkata belum pernah, Maka Umar r.a akan berkata ‘’kamu telah berbohong’’. Dan jika sahabat itu berkata pernah, Maka Umar r.a akan mengambil informasi atas kesaksiannya secara detail.
Lantas apa hubungannya antara “safar” dan kepribadian?
Dalam safar tentu kita akan menemukan berbagai macam tantangan, halangan dan rintangan. Baik yang terduga maupun yang tidak terduga. Baik suka maupun duka. Terlebih safarnya orang tempo dulu, sangat menegangkan jika kita gambarkan.
ADVERTISEMENT
Dari safar kita akan paham karakter seseorang.
Dalam safar karakter seseorang akan nampak dan terlihat jelas. Kelihatan akan kesabarannya, ketawakalannya, kepeduliannya, keimanannya, kedermawanannya, kesolidaritasannya, kekuatannya dan lain sebagainya.
Kesabarannya misal, ada anggota dirombongannya lambat jalannya apakah dia akan menunggu dll.
Ketawakalannya misal, ketika di jalan kendaannya hilang apakah dia suka mengeluh dll.
Kepeduliannya misal, ada anggotanya yang sakit ketika di jalan apakah dia peduli dll.
Keimanannya misal, ketika masuk waktu solat dan menjaga adab selama perjalanan dll.
Kedermawanannya misal, ada anggotanya yang kehabisan bekal apakah dia akan memberi dll.
Kesolidaritasannya misal, ada anggotanya yang terkena masalah di jalan apakah dia akan turun tangan dll.
Halangan, rintangan dan hambatan yang ada dalam safar merupakan suatu keharusan yang harus terjadi dan mesti disikapi. Sebagaimana kehidupan di dunia ini, yang di katakan seperti seorang yang ada dalam perjalanan. Maka janganlah kita terlena dalam hidup ini, ingat kita punya start dan tujuan dalam hidup ini. Yaitu mengabdi kepada Allah Tuhan Semesta Alam.
ADVERTISEMENT
Terakhir bertemanlah dengan semua orang dengan moral dan budipekerti yang baik.