Konten dari Pengguna

Potensi Energi Laut Indonesia dalam Mengatasi Kenaikan Muka Air Laut

Ahmad Azwar Masud

Ahmad Azwar Masud

Dosen Teknik Kelautan Institut Teknologi Kalimantan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ahmad Azwar Masud tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia merupakan negara kepulauan yang telah diakui dunia internasional, dengan wilayah 71% diselimuti oleh lautan dan terdiri dari 17.499 pulau dan panjang garis pantai 81.000 km. Sebagai Negara maritim dengan kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki banyak potensi sumber daya alam namun di sisi lain terdapat permasalahan terutama pada daerah pesisir salah satunya kemunduran garis pantai akibat kenaikan muka air laut atau biasa disebut Sea Level Rise.

Sea Level Rise merupakan peningkatan volume air laut yang disebabkan oleh semakin meningkatnya suhu global bumi atau biasa disebut dengan pemanasan global yang menyebabkan mundurnya garis pantai. Beberapa tahun terakhir kenaikan mukar air laut banyak terjadi di pesisir Indonesia bahkan secara global juga merasakan kenaikan muka air laut ini. Sejak tahun 1961 sampai dengan 1993 permukaan laut dunia telah mengalami kenaikan dengan laju rata-rata 1.8 mm/tahun (1.3-2.3 mm/tahun). Sejak tahun 1993 sampai dengan 2003 kenaikan permuka laut rata-rata 3.1 mm/tahun (2.4-3.8 mm/tahun). (IPCC 2007)

Tidak dapat dipungkiri bahwa pemanasan global yang semakin meningkat menjadi faktor utama kenaikan muka air laut. Berdasarkan skenario perubahan iklim yang dilakukan oleh WWF Indonesia melaporkan bahwa suhu di Indonesia akan mengalami kenaikan sebesar 1,3°C - 4,6°C pada tahun 2100 yang akan meningkatkan kenaikan permukaan laut di Indonesia sebesar 20-100 cm dalam 100 tahun. Pemanasan global ini diperkirakan memberikan pengaruh yang signifikan pada kenaikan muka air laut di abad ke-20 ini . Faktor yang mempengaruhi kenaikan suhu ini adalah penggunaan bahan bakar konvensional seperti minyak, batu bara dalam kebutuhan energi listrik dan kendaraan yang menghasilkan gas emisi yang sangat besar.

Sudah seharusnya hal ini mendapatkan perhatian khusus mengenai pencegahannya. Dengan meningkatnya pemanasan global ini akan mempercepat laju kenaikan muka air laut yang akan berdampak bukan hanya pada lingkungan namun juga sampai ke beberapa taraf kehidupan, dimulai dari ekonomi, kehidupan sosial, kesehatan, masalah kependudukan dan ancaman tenggelamnya kawasan pesisir pantai.

Pemerintah Indonesia terus berupaya menuju net zero emission atau nol emisi karbon, salah satunya melalui peningkatan dan penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Pemerintah percaya bahwa sumber daya energi terbarukan Indonesia dapat secara ekonomis menyediakan kebutuhan energi dan industri di Indonesia, asalkan dikembangkan dengan cepat dan dalam skala yang memadai untuk memenuhi kebutuhan energi yang berlimpah, murah, dan tidak mengandung polusi.

Indonesia dengan potensi laut yang sangat luas ternyata masih banyak yang tidak menyadari bahwa laut memiliki kandungan energi yang sangat besar dan bisa dimanfaatkan. Energi laut ini terbagi menjadi beberapa macam yaitu Pasang Surut, Arus Laut, Gelombang, Panas Laut dan Salinitas Laut. Namun sampai saat ini energi laut belum dimanfaatkan sebagai salah satu sumber energi nasional meskipun telah di amanatkan pada Undang-undang No. 37/2007 tentang energi. Jika potensi energi laut ini dikembangkan dan dimanfaatkan menjadi energi terbaharukan, akan memberikan dampak positif bagi sosial-ekonomi masyarakat dan secara tidak langsung mendukung pemerintah menuju net zero emission yang akan memperlambat laju kenaikan muka air laut bahkan bisa mencegah kenaikannya apabila seluruh negara memanfaatkan potensi energi yang laut yang dimiliki.