1.200 Anak Terlantar Korban Gempa Lombok Dapat Tabungan dari BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali dipercaya menjadi bank penyalur dana bantuan Program Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) yang khusus disiapkan bagi anak-anak terlantar atau dinamakan Tabungan Sosial Anak (TASA). Pada tahun 2018 ini, BNI ditunjuk oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Sosial untuk menyalurkan TASA kepada 67.754 anak.
Penyerahan secara simbolis TASA telah dilaksanakan dalam Perayaan Hari Anak Nasional Tahun 2018 yang dipusatkan di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Terdapat 30 siswa yang menerima secara simbolis, di mana 15 di antaranya merupakan keluarga yang terkena dampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Siswa penerima TASA asal NTB dari Kementerian Sosial via BNI yang juga terkena dampak bencana adalah Mutiah dan Gita Kurnia asal Desa Sangiang. Lalu Emi Safitri, Maulina Auliya, Jumratul Izza, Herlina Asriningsih, dan Kasmini asal Desa Akar-akar. Kemudian Amrina Rosyada dan Annisa Pernanda asal Desa Santong, Lisa Wahyu Liana asal Desa Anyar, Yogi Pratama dari Desa Sesait, Hamdan Asari dari Desa Sambil Bangkol, serta Jaka Hermawanto dari Desa Tampes.
Penyerahan simbolis TASA ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Sosial bersama dengan Dinas Sosial Provinsi NTB, dan BNI di acara yang bertajuk One Day For Children
Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Jenderal (Dirjen) Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Edy Suharto, serta Perwakilan BNI Wilayah Bali Nusra. Penyaluran bantuan ditandai dengan penyerahan simbolis kepada 20 orang anak NTB penerima bantuan TASA.
Para penerima tersebut memenuhi syarat sebagai pengguna TASA karena tergolong anak-anak terlantar, anak jalanan, anak yang berhadapan dengan hukum, anak penyandang disabilitas, dan anak yang membutuhkan perlindungan khusus untuk mendapatkan akses pada layanan sosial dasar. Bantuan Program TASA ini berasal dari dua sumber anggaran, yaitu Anggaran Kementerian Sosial RI dan Dana Dekonsentrasi Dinas Sosial Propinsi di seluruh Indonesia.

Nilai TASA yang disalurkan BNI khusus untuk Provinsi NTB mencapai Rp 1,2 miliar untuk 1.200 anak penerima. Pada kesempatan yang sama juga diberikan secara simbolis Penyaluran Bantuan TASA nasional senilai Rp 67,754 miliar untuk 67.754 anak se-Indonesia. Dalam kegiatan ini BNI juga memberikan dukungan berupa pemberian tas dan peralatan sekolah sebanyak 500 paket sebagai bagian dari program BNI Berbagi.
Corporate Secretary BNI Kiryanto mengungkapkan, langkah bersama antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Sosial , dan BNI dalam menerbitkan TASA merupakan bentuk pemenuhan amanat Undang Undang Dasar 1945 yang menghendaki kehadiran negara dalam memelihara Fakir Miskin dan Anak Terlantar. Melalui TASA, BNI menunjukan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan kesetaraan dalam mengakses produk-produk perbankan, termasuk diantaranya anak-anak terlantar. Melalui program ini BNI sebagai salah satu bank pemerintah menegaskan fungsinya sebagai agent of development.
Simpel TASA diterbitkan sebagai produk kolaborasi BNI, OJK, dan Kementerian Sosial yang didesain untuk meningkatkan akses anak-anak dalam mendapatkan dana bantuan pemerintah, sekaligus sebagai sarana pendidikan, dan pembentukan karakter anak-anak untuk gemar menabung sejak dini.
"Peran BNI dalam kolaborasi ini adalah memastikan adanya nilai tambah yang dapat diterima oleh anak-anak pemilik TASA, yaitu memberikan kemudahan bagi anak-anak tersebut untuk menabung menggunakan dana bantuan dari pemerintah," ucap dia di lokasi, Senin (22/10).
Simpel TASA merupakan pengembangan dari produk tabungan sebelumnya yaitu Simpanan Pelajar yang diinisiasi oleh OJK, yang diperuntukkan bagi siswa mulai dari tingkat usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sederajat.
