Kumparan Logo

5 Alasan Jokowi Pindahkan Ibu Kota ke Kalimantan Timur

kumparanBISNISverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan kepada awak media di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/8). Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan kepada awak media di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/8). Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Presiden Joko Widodo telah memutuskan Kalimantan Timur sebagai lokasi pemindahan ibu kota negara. Ada dua wilayah yang dipilih, yakni sebagian wilaya Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Menurut Jokowi, pemerintah sudah melakukan kajian mendalam terkait pemindahan ibu kota baru tersebut.

"Pemerintah sudah (melakukan) kajian mendalam. Hasil kajian menyimpulkan ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian di Kabupaten Penajam paser Utara dan Kutai Kartanegara," kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara, Senin (26/8).

Dalam pemaparannya, Jokowi menyebutkan lima alasan kenapa dua wilayah tersebut yang dipilih menjadi lokasi pemindahan ibu kota yang akan menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia.

1. Jokowi mengatakan dua daerah yang berlokasi di Kalimantan Timur tersebut memiliki risiko bencana yang sangat minimal seperti banjir, gempa bumi, kebakaran hutan, gunung merapi dan tanah longsor.

Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri kabinet umumkan lokasi ibu kota baru. Foto: Fahrian Saleh/kumparan

2. Lokasi tersebut berada tepat di tengah Indonesia. Sebelumnya, pemerintah memang merancang pemindahan ibu kota baru tersebut berkonsep Indonesia Sentris.

3. Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang, seperti Balikpapan dan Samarinda.

4. Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara juga sudah memiliki fasilitas infrastruktur yang cukup lengkap sehingga bisa mendukung akses di ibu kota baru.

5. Alasan terakhir, Jokowi mengatakan di lokasi pemindahan ibu kota tersebut pemerintah sudah tersedia lahan seluas 180 hektare. Seluruh lahan tersebut sudah dikuasai pemerintah.