721 Ribu Rumah Tangga Miskin di Indonesia Belum Mampu Pasang Listrik

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM mencatat per 1 Juli 2019, sebanyak 721.008 rumah tangga di Indonesia masuk golongan yang belum mampu memasang listrik di rumah mereka. Jumlah ini berkurang dibandingkan pada Desember 2018 yang mencapai 992.841 rumah tangga.
Ratusan ribu rumah tangga yang belum berlistrik ini tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Jawa Timur menduduki provinsi dengan rumah tangga belum berlistrik terbanyak, yakni 228.742 rumah tangga atau 32 persen.
Menurut Kementerian ESDM, rumah tangga miskin ini sebenarnya bisa membayar biaya listrik bulanan. Tapi tidak mampu membayar biaya pemasangan untuk mendapat sambungan listrik dari PLN.
"Kebanyakan di Jatim yang jadi lumbung listrik. Ini kemudian buat isunya sosial, isu keadilan listrik ada tetapi tidak mampu untuk pasangnya. Bukan tidak mampu bayar per bulan tapi tidak mampu masang awalnya," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/7).
Provinsi dengan rumah tangga belum terlistriki terbanyak kedua adalah Sumatera Utara dengan total 60.347 rumah tangga atau 8,37 persen. Lalu Jawa Tengah 54.997 rumah tangga, Lampung 52.659 rumah tangga, dan Sumatera Selatan 43.655 rumah tangga.
Disusul oleh Sulawesi Tengah 33.750 rumah tangga, Aceh 32.891 rumah tangga, Jawa Barat 22.693 rumah tangga, Banten 20.592 rumah tangga, Kalimantan Barat 18.547 rumah tangga, Nusa Tenggara Timur 15.688 rumah tangga, dan Nusa Tenggara Barat 13.555.
Sulawesi Selatan 13.366 rumah tangga, Sumatera Barat 12.638 rumah tangga, Sulawesi Utara 10.495 rumah tangga, Maluku 10.240 rumah tangga, Gorontalo 9.851 rumah tangga, dan Kalimantan Selatan 8.703 rumah tangga.
Riau 8.478 rumah tangga, Papua 6.615 rumah tangga, Bengkulu 6.434 rumah tangga, Jambi 5.968 rumah tangga, Sulawesi Tenggara 5.818 rumah tangga, Kalimantan Tengah 4.409 rumah tangga, DKI Jakarta 3.937 rumah tangga, dan Kalimantan Timur 3.714 rumah tangga.
Sulawesi Barat 3.610 rumah tangga, Yogyakarta 2.784 rumah tangga, Papua Barat 2.086 rumah tangga, Maluku Utara 2.046 rumah tangga, Kepulauan Bangka Belitung 650 rumah tangga, Kepulauan Riau 541 rumah tangga, dan Kalimantan Utara 509 rumah tangga.
Rida mengatakan, dengan beberapa proyek pembangkit listrik 35.000 MW yang beroperasi tahun depan, angka rumah tangga yang belum terlistriki bisa berkurang. Pemerintah sendiri menargetkan rasio elektrifikasi tahun ini bisa mencapai 99,9 persen.
Selain membangun pembangkit-pembangkit listrik baru, pemerintah juga dibantu oleh Badan Usaha untuk memberikan bantuan sambungan listrik gratis 450 VA kepada rumah tangga miskin. Bantuan diberikan Badan Usaha dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR).
Rida menyebut ada 10 Badan Usaha yang membantu, yaitu Cikarang Listrindo, Paiton Energy, PT AKR, Poso Energy, PT Energi Sengkang, PT Geodipa, PT Sumber Segara Primadya, PT Jawa Power, PT Lestari Banten Energi, dan PT Cirebon Electric Power.
"Totalnya 31 ribu rumah tangga. Untuk pilot project BPBL 450 VA Badan Usaha sektor ESDM di 3.515 rumah tangga di Kabupaten dan Kota Bekasi dalam tahap implementasi," ucapnya.
