Kumparan Logo

Adhi Karya Respons Teguran Anies soal Banjir Cawang: Tambah Pompa Air

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau titik banjir di Cililitan, Jakarta, Kamis (4/4). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau titik banjir di Cililitan, Jakarta, Kamis (4/4). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) merespons teguran keras Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, soal aliran air yang tertutup material pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Hal tersebut menyebabkan banjir di Cawang, Pancoran, dan lokasi sekitar pembangunan Tol Becakayu pada Selasa (2/4).

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini telah menambah jumlah pompa air, sesuai dengan keinginan Anies. Namun dia menegaskan, sebelumnya Adhi Karya sudah menyediakan pompa air di lokasi konstruksi.

“Telah ditindaklanjuti, termasuk penambahan jumlah pompa dari yang eksisting,” katanya kepada kumparan, Kamis (4/4).

Dia menambahkan, banjir yang terjadi pada awal pekan lalu akan dijadikan bahan evaluasi oleh pihaknya agar hal serupa tak terjadi. Pun ke depan koordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta akan ditingkatkan.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (kiri) meninjau titik banjir di Pancoran, Jakarta, Kamis (4/4). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

“Koordinasi dengan pihak terkait termasuk Dinas Sumber Daya Air di Pemprov DKI telah kita lakukan, dan tentunya ke depan akan kami tingkatkan lagi,” beber Ki Syahgolang.

Sementara itu, Vice President Corporate Secretary Waskita Karya, Shastia Hadiarti, mengaku saat ini pihaknya tengah membangun sumur resapan di lokasi pembangunan Tol Becakayu di Cawang agar banjir tak lagi terjadi.

“Saat ini telah dimulai pembangunan sumur resapan di sekitar lokasi,” jelasnya.

Dia pun mengungkapkan sebelum ditegur Anies, pihaknya telah memasang box culvert berukuran 2x2 meter di sepanjang Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur. Hal itu untuk mengganti fungsi saluran air yang tertutup material pembangunan tol itu.

“Dan (kami membangun) tampungan air dengan ukuran 16x4 meter untuk dibuang ke cross drain sungai Ciliwung,” kata Shastia.

Sebelumnya diberitakan, Anies menyebut, kemacetan parah di 3 titik di Jakarta pada Selasa (2/4) disebaban oleh aliran air tertutup oleh material proyek LRT Jabodebek dan Tol Becakayu.

“Kita temukan bahwa saluran-saluran air kita tertutup pilar-pilar pembangunan LRT. Nah kontraktor tidak menyiapkan dengan volume yang cukup, pompa-pompa air dari tempat yang terhalang ke saluran kita,” tegasnya.

embed from external kumparan