Kumparan Logo

ASDP Siap Operasikan Kapal Wisata Labuan Bajo Mulai 12 Desember 2018

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KMP Komodo milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). (Foto: Antara)
zoom-in-whitePerbesar
KMP Komodo milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). (Foto: Antara)

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) siap mengoperasikan Kapal Motor Penumpang (KMP) Komodo di lautan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Kapal itu telah direnovasi pada 2017 lalu sebelum akhirnya akan dipakai untuk mengangkut penumpang.

Menurut Direktur Komersial ASDP Indonesia Ferry, Yusuf Hadi, KMP Komodo ditargetkan dapat mulai beroperasi pada 12 Desember 2018. Untuk itu, bersama dengan Pemerintah Daerah Manggarai Barat, ASDP Indonesia Ferry melakukan soft launching di Pelabuhan Labuan Bajo pada Sabtu (1/12).

Soft launching ini dilakukan untuk memperlihatkan bentuk dan fasilitas kapal yang tersedia bagi wisatawan, serta rute destinasi wisata yang akan dilintasi oleh KMP Komodo.

Sesi Gunting Pita pada acara Soft Launching KMP Komodo. (Foto: Helinsa Rasputri/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sesi Gunting Pita pada acara Soft Launching KMP Komodo. (Foto: Helinsa Rasputri/kumparan)

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, menyampaikan bahwa kehadiran KMP Komodo di Labuan Bajo merupakan salah satu wujud kontribusi ASDP dalam mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat.

“Dengan hadirnya KMP Komodo, kini masyarakat dan para wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo memiliki alternatif moda transportasi laut yang aman, nyaman dan terjangkau menuju Pulau Komodo, Pulau Padar dan Pink Beach,” tuturnya.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat memeriksa KMP Komodo. (Foto: Helinsa Rasputri/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur NTT Viktor Laiskodat memeriksa KMP Komodo. (Foto: Helinsa Rasputri/kumparan)

Inisiatif ini juga disambut baik oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat. Ia mengapresiasi usaha ASDP yang berusaha untuk meningkatkan konektivitas antarpulau di Nusa Tenggara Timur.

“Nantinya juga diharapkan bukan hanya ASDP, tetapi juga dari teman-teman yang lain, dan bukan hanya Labuan Bajo, kami juga meminta kepada teman-teman ASDP untuk membangun connectivity di NTT yang kami sebut ring of beauty Nusa Tenggara Timur. Seluruh connectivity di NTT yang pulau-pulau akan terhubung dalam satu sama lain lewat transportasi dalam laut, udara dan darat,” katanya.

Fasilitas KMP Komodo. (Foto: Helinsa Rasputri/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Fasilitas KMP Komodo. (Foto: Helinsa Rasputri/kumparan)

Didesain sebagai kapal wisata, KMP Komodo menghadirkan berbagai fasilitas kenyamanan bagi para penumpangnya, seperti AC, toilet duduk, mini bar, tempat duduk reclining seat, musala, dan layanan entertainment berupa tv dan karaoke. Untuk memanjakan para penumpang, KMP Komodo juga akan menghadirkan live music untuk menyambut para penumpangnya pada hari-hari tertentu.

Tak hanya itu, KMP Komodo juga menghadirkan area terbuka beratapkan luvre yang berada di bagian atas dek kapal. Di area terbuka ini penumpang dapat menikmati pesona laut Labuan Bajo sembari duduk di kursi kayu. Selain itu, disediakan juga fasilitas kursi malas bagi penumpang kapal yang ingin berjemur, menikmati keindahan pemandangan Labuan Bajo dari atas kapal.

Suasana di  fasilitas KMP Komodo. (Foto: Helinsa Rasputri/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di fasilitas KMP Komodo. (Foto: Helinsa Rasputri/kumparan)

KMP Komodo juga dilengkapi dengan fasilitas lounge room yang nyaman, sofa empuk, ruangan yang tenang, nyaman, dan sejuk. Sangat cocok bagi penumpang yang membutuhkan ruang meeting saat berada di perjalanan.

Untuk menikmatinya, penumpang kapal akan dikenakan tarif mulai dari Rp 775-825 ribu per orang, dan hanya berlaku satu hari. Harga ini sudah termasuk perjalanan menuju Pulau Padar, Pulau Komodo, Pink Beach, biaya menggunakan boat feeder, dan juga makan siang saat perjalanan.

Rooftop Area di KMP Komodo. (Foto: Helinsa Rasputri/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Rooftop Area di KMP Komodo. (Foto: Helinsa Rasputri/kumparan)

Perjalanan menggunakan KMP Komodo dijadwalkan akan mulai pada pukul 06.00 WITA dari Pelabuhan Labuan Bajo dan berakhir di pelabuhan yang sama pada pukul 19.30 WITA. KMP Komodo memiliki bobot massa 200 GT dengan kecepatan 9 knot.

Untuk sementara, KMP Komodo akan beroperasi sebanyak empat kali dalam seminggu. Namun intensitasnya akan bertambah jadi enam kali dalam seminggu, apabila permintaannya meningkat.