Kumparan Logo

Barang Asal China yang Banjiri Indonesia: Mesin hingga Laptop

kumparanBISNISverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di Harco Mangga Dua, Pusat Penjualan Laptop di Jakarta Utara, Sabtu (16/3). Foto: Abdul Latif/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Harco Mangga Dua, Pusat Penjualan Laptop di Jakarta Utara, Sabtu (16/3). Foto: Abdul Latif/kumparan

Neraca perdagangan Indonesia selama Juni mencatatkan surplus USD 200 juta. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatatkan surplus USD 220 juta.

Namun jika diakumulasikan sejak Januari hingga Juni 2019, neraca dagang Indonesia masih mencatatkan defisit USD 1,93 miliar. Angka ini bahkan melebar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan defisit USD 1,2 miliar.

Jika dirinci menurut negaranya, defisit perdagangan dengan China selama Januari-Juni 2019 mencapai USD 9,2 miliar. Angka ini juga melebar dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni defisit USD 8,2 miliar. Artinya, barang-barang impor asal China lebih banyak masuk ke Indonesia dibandingkan dengan produk ekspor Indonesia yang masuk ke China.

Defisit perdagangan dengan China tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan dengan negara lainnya, seperti dengan Thailand yang defisit USD 1,9 miliar dan Australia yang defisit USD 1,3 miliar selama enam bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterima kumparan, Senin (15/7), kebanyakan barang impor asal China yang masuk ke Indonesia adalah bahan baku penolong atau barang modal. Sementara sisanya adalah barang konsumsi.

embed from external kumparan

Di urutan pertama sebagai barang terbesar asal China yang masuk ke Indonesia adalah bagian mesin atau transmission aparatus yang sebesar 3.043 ton atau senilai USD 728 juta selama semester I 2019, menurun dibandingkan semester I 2018 yang sebesar USD 991 juta.

Selanjutnya impor laptop, termasuk notebook dan turunannya sebanyak 3.499 ton atau senilai USD 468 juta, menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD 475 juta.

Impor papan sirkuit cetak mencapai 11.857 ton atau senilai USD 315 juta, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu USD 257 juta.

Impor mesin dan alat filter untuk gas mencapai 21.124 ton atau USD 161 juta. Selanjutnya mesin konveyor untuk pertanian mencapai 18.997 ton atau USD 146 juta.

Impor barang konsumsi seperti bawang putih berada di urutan kesembilan sebagai barang asal China yang paling banyak diimpor ke Indonesia. Selama semester I 2019, impor bawang putih mencapai 117.827 ton atau senilai USD 128,5 juta. Angka ini sudah menurun dibandingkan periode yang sama 2018 yang mencapai 176.444 ton atau senilai USD 151,9 juta.