BI Prediksi Dolar AS Akan Capai Rp 14.000 hingga Akhir Tahun Ini

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga akhir tahun ini berada di kisaran Rp 13.700/USD hingga Rp 14.000/USD.
Angka tersebut menguat jika dibandingkan dengan kondisi nilai tukar rupiah saat ini yang berada di level Rp 14.391/USD berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor).
"Berdasarkan rata-rata nilai tukar saat ini, kami perkirakan nilai tukar rata-rata 2018 di kisaran Rp 13.700 higga Rp 14.000/USD," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (17/7).
Berdasarkan data Jisdor hari ini, rupiah berada di level Rp 14.391/USD, menguat dibandingkan kemarin yang berada menyentuh level Rp 14.396/USD.
Mirza menilai pergerakan rupiah akhir-akhir ini sudah cukup stabil, sebagai respons kebijakan preemptive, front loading, dan ahead the curve yang ditempuh bank sentral dengan menaikkan bunga acuan sebesar 100 basis poin sejak awal tahun ke level 5,25%.
"Rupiah mendapatkan tekanan sejak Februari yang dipicu dari penguatan dolar AS dalam skala global. Nilai tukar sudah relatif stabil," ujarnya.
Dia juga menegaskan bank sentral akan tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan berbagai langkah kebijakan, baik itu kebijakan suku bunga acuan hingga intervensi ganda.
"Kebijakan pertama adalah respons melalui suku bunga, kemudian intervensi ganda, kebijakan moneter yang diarahkan ke pasar uang, dan komunikasi yang intensif pada pelaku pasar untuk membentuk ekspektasi sehingga bisa memitigasi," katanya.
