Kumparan Logo
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Bocoran Konsep Ibu Kota Baru: Nuansa Pancasila dan Dekat dengan Pantai

kumparanBISNISverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro
zoom-in-whitePerbesar
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Pemindahan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta ke luar Pulau Jawa kembali mencuat. Rencana ini telah dibahas dalam rapat terbatas oleh Presiden Joko Widodo, pada Senin (29/4). Para menteri terkait pun, mulai menindaklanjuti pembahasan di rapat terbatas itu.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan nantinya Ibu Kota Indonesia yang baru akan mengusung konsep pembangunan Kota Pancasila.

"Kita punya konsep desain, bisa diterapkan di mana saja. Tapi baru desain, Kota Pancasila adalah konsep desain kami," kata Basuki saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (30/4).

Basuki menjelaskan, pembangunan Kota Pancasila ini nantinya membutuhkan waktu selama 4-5 tahun. Salah satu konsep perkotaan bernuansa Pancasila ini adalah dekat dengan pantai.

Deretan kendaraan TNI yang berjaga di Monas. Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan

Menurut Basuki, konsep pemindahan Ibu Kota tersebut sudah disusun. Nantinya, Ibu Kota baru yang dekat dengan pantai dibuat untuk mencerminkan jika Indonesia merupakan negara Maritim.

"Kita ini kan negara maritim, makanya nanti kota nya harus punya akses ke pantai walaupun tidak harus di tepi pantai," tambahnya.

Namun, kata Basuki, hal tersebut barulah sebatas konsep. Untuk merealisasikannya tetap membutuhkan waktu yang cukup panjang dan harus mendapatkan persetujuan dari masyarakat dan DPR.

"Selain itu juga harus dibuatkan undang-undang (UU), tidak semudah itu untuk membangun Kota Pancasila ini. Harus ada tahapan termasuk pembentukan UU," jelasnya.