Pencarian populer

Curhat Rusdi Kirana: Boeing Perlakukan Saya Seperti Celengan

Pendiri Lion Air, Rusdi Kirana. Foto: AFP/ANDREAS SOLARO

Pendiri Lion Air, Rusdi Kirana, untuk pertama kalinya menyampaikan keluhan soal Boeing, yang merupakan mitra utama dalam pengadaan pesawat di maskapai yang didirikannya. Ini merupakan pernyataan pers pertama Rusdi, setelah kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 yang kedua.

Kecelakaan itu dialami maskapai Ethiopian Airlines pada Maret lalu, dengan pesawat jenis yang sama milik Lion Air, yang juga jatuh di perairan Karawang, pada Oktober 2018.

Dalam sebuah wawancara telepon dengan Reuters, Senin (15/4), Rusdi menuduh Boeing telah memperlakukannya sebagai "celengan". Lion Air telah menghabiskan puluhan miliar dolar untuk membayar pesanan pesawat ke Boeing, dan menjadikannya salah satu maskapai berbiaya murah terbesar di Asia.

Mengutip Reuters, Lion Air telah menerima 200 unit pesawat pesanannya dari Boeing, sambil menunggu 187 unit sisa pesanan lainnya. Tapi pasca-kecelakaan Boeing 737 Max 8, Lion mengancam akan membatalkan semua pesawat pesanannya itu.

Puing-puing pesawat di posko evakuasi Lion Air JT-610 di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

"Mereka memandang rendah maskapai saya dan negara saya, meskipun hubungan selalu ditangani dengan cara yang tepat. Mereka memperlakukan kami seperti 'negara dunia ketiga'," kata Rusdi kepada Reuters.

"Mereka juga memandang rendah saya. Mereka memandang saya sebagai celengan mereka," imbuhnya.

Rusdi Kirana telah mengecam cara penanganan Boeing, atas kecelakaan tersebut. Pernyataan ini mencuat, setelah pada November lalu Boeing mempertanyakan prosedur yang dilakukan pilot Lion, untuk mengatasi masalah di pesawat yang diterbangkannya.

Keluarga menerima jenazah korban pesawat Lion Air yang sudah teridetifikasi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Selasa (5/11). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Rusdi yang juga merupakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, pernyataan Boeing yang cenderung menyalahkan pilot, bertentangan dengan permintaan maaf mereka baru-baru ini.

“Sikap yang berbeda dengan kritik tergesa-gesa sebelumnya terhadap pilot Lion Air,” kata Rusdi.

Reuters menulis, sikap Rusdi juga bisa dianggap mewakili Indonesia, mengingat posisinya sebagai pejabat negara yakni duta besar Indonesia untuk Malaysia.

Pesawat Boeing 737 MAX 8 Foto: Reuters/Jason Redmond/File Photo

Menanggapi curhat Rusdi Kirana tersebut, Kepala Eksekutif Boeing Dennis Muilenburg mengatakan penyesalan atas kecelakaan yang menimpa Lion Air penerbangan JT 610 pada 29 Oktober 2018 lalu.

“Kami mohon maaf atas nyawa yang hilang dan sangat menyesalkan dampak yang menghancurkan para keluarga, teman dan kolega penumpang serta kru pesawat," katanya kepada Reuters.

"Rusdi Kirana telah menjadi pemimpin dan pelopor dalam penerbangan Asia," ujar Muilenburg, sambil menambahkan bahwa Rusdi dan Lion Air tetap menjadi mitra berharga bagi Boeing.

Spesifikasi Pesawat Boeing 737 Max 8 Foto: Sabryna Putri Muviola
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23