Dana Nasabah BCA yang Lari ke ORI Capai Rp 1,3 Triliun

Nasabah perbankan mulai mengalihkan dananya ke instrumen investasi yang lebih menguntungkan. Obligasi Negara Ritel seri 015 (ORI015) menjadi salah satu pilihan investasinya.
Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja menyebutkan, sedikitnya Rp 1,3 triliun dana nasabah di perbankan beralih ke ORI015. Namun demikian, Jahja mengaku tak mempermasalahkan karena rasio pertumbuhan kredit dengan Dana Pihak Ketiga atau Loan to Deposit Ratio (LDR) masih terjaga.
“Faktanya beberapa bagian dari dana perbankan ketarik. Tabungan BCA ke ORI itu sekitar Rp 1,3 trilun lari ke sana,” ujarnya saat ditemui di Ritz Carlton Hotel, Kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (9/10).

Dia pun membeberkan, masyarakat tertarik menanamkan dananya ke ORI015 karena instrumen investasi yang diterbitkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tersebut menawarkan tingkat bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan dan deposito.
“Karena kan tingkat kupon 8,25 persen, ada persaingan dengan perbankan. Itu menarik buat nasabah perbankan untuk pindah ke ORI,” kata Jahja.
Selain itu, menurut dia, Pajak Penghasilan (PPh) imbal hasil obligasi yang cenderung lebih murah membuat masyarakat mengalihkan dananya tersebut. Saat ini, PPh bunga dari obligasi ditetapkan 15 persen bagi wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap.
“Lalu pajaknya (ORI) lebih murah. Tapi buat kami enggak ada masalah karena kebetulan LDR kita kan bagus, kecuali kalau enggak bagus,” katanya.
