kumparan
13 Mar 2019 7:33 WIB

Data Inflasi dan Boeing Pengaruhi Kinerja Wall Street

Ilustrasi Wall Street Foto: Wikimedia Commons
Indeks-indeks acuan Wall Street ditutup variatif, Selasa (12/3). Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan kenaikan pada penutupan perdagangan, setelah data inflasi dinilai cukup jinak dan sikap dovish Federal Reserve soal kenaikan suku bunga. Sedangkan indeks Dow berakhir turun karena saham Boeing tenggelam di hari kedua setelah salah satu pesawatnya jatuh di Ethiopia.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, Rabu (13/3) Departemen Tenaga Kerja mengatakan Indeks Harga Konsumen (CPI) naik bulan lalu, sesuai dengan perkiraan. Sedangkan dalam periode 12 bulan hingga Februari, CPI memiliki kenaikan terkecil sejak September 2016. Sedangkan Imbal hasil Treasury AS terlihat turun.
"Suku bunga yang lebih rendah membantu menahan saham," kata Bucky Hellwig, wakil presiden senior di BB&T Wealth Management di Birmingham, Alabama. Saham Boeing Co berakhir turun 6,1 persen dan mencatat penurunan terbesar dalam dua hari sejak Juni 2009. Kondisi ini disebabkan karena banyak negara menghentikan operasi 737 Max, salah satu jenis pesawat terlaris dari Boeing, menyusul adanya kecelakaan hari Minggu.
Kecelakaan tersebut merupakan kejadian fatal kedua yang melibatkan jenis pesawat yang sama dalam beberapa bulan ini. Senator Mitt Romney dan Elizabeth Warren juga mendesak Administrasi Penerbangan Federal (FAA) untuk sementara waktu tidak mengoperasikan pesawat tersebut.
ADVERTISEMENT
Indeks sektor penerbangan Dow Jones turun 2 persen, sedangkan indeks industri S&P turun 0,9 persen. Dow Jones Industrial Average turun 96,22 poin, atau 0,38 persen, menjadi 25.554,66, S&P 500 naik 8,22 poin atau 0,30 persen menjadi 2.791,52, dan Nasdaq Composite menambahkan 32,97 poin atau 0,44 persen menjadi 7.591,03. S&P 500 naik 2.798,32 selama sesi, tepat di bawah level teknis utama 2.800.
Saham Apple Inc naik lagi pada hari Selasa, sehari setelah produsen iPhone tersebut mengundang media ke acara mereka pada 25 Maret mendatang. Banyak yang memperkirakan Apple akan meluncurkan layanan televisi dan video.
Saham F5 Networks Inc turun 7,7 persen setelah pembuat jaringan perangkat lunak tersebut mengatakan akan membeli NGINX yang kini dipegang swasta. Volume perdagangan Wall Street mencapai 6,7 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 7,4 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan