Kumparan Logo

Defisit Anggaran Per April 2018 Rp 55,1 T, Lebih Baik dari April 2017

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut APBN hingga akhir April 2018 dalam kondisi sehat. Hal ini tercermin dari defisit anggaran yang sebesar Rp 55,1 triliun.

Jika asumsi Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini sebesar Rp 13.981 triiun, maka defisit anggaran hingga akhir April 2018 sebesar 0,39% terhadap PDB, lebih rendah dari posisi akhir Maret 2018 yang mencapai 0,58% terhadap PDB.

Bahkan jika dibandingkan akhir April 2017 yang mengalami defisit anggaran sebesar Rp 72 triliun atau 0,53% terhadap PDB, defisit anggaran April ini sedikit membaik.

"Defisit Rp 55,1 triliun jauh lebih kecil (year on year/yoy) dari tahun lalu di periode yang sama yakni Rp 72,2 triliun. Bahkan keseimbangan primer surplus Rp 24 triliun," ujar Sri Mulyani di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (11/5).

Sri Mulyani mengatakan, penerimaan pajak pada periode April 2018 sudah mencapai Rp 416 triliun, atau tumbuh 15% (yoy). "Maka kami optimistis 2018 kita akan terus jaga APBN kredibel secara stabil dan tetap sustain dan sehat," kata dia.

Meski demikian, pihaknya enggan merinci lebih jauh terkait realisasi penerimaan dan belanja pada APBN hingga akhir April 2018

Adapun total pembiayaan utang hingga akhir April sudah mencapai 57,9% dari pagu pembiayaan di mana mencapai Rp 188,7 triliun. Kas pemerintah juga dinilai masih dalam kondisi aman.

"Posisi kas pemerintah dalam kondisi memadai dan pemerintah menjaga APBN sehingga jadi pilar stabilitas. Kami memberikan confindence masyarakat dan pelaku," tambahnya.