Dengan Pembakaran, Badan Karantina Musnahkan 1,6 Ton Daging Celeng

23 Juli 2018 15:25 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:07 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Proses Pemusnahan Daging Celeng Ilegal oleh Badan Karantina Pertanian Kementan. (Foto: Elsa Toruan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Proses Pemusnahan Daging Celeng Ilegal oleh Badan Karantina Pertanian Kementan. (Foto: Elsa Toruan/kumparan)
ADVERTISEMENT
Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian memusnahkan 1.680 kg atau 1,6 ton daging babi hutan atau celeng. Pemusnahan dilakukan di Badan Karantina Kelas II Cilegon, Banten.
ADVERTISEMENT
Kepala Barantan, Banun Harpini menjelaskan, daging celeng yang dimusnahkan hari ini adalah bagian dari penangkapan 4,6 ton daging celeng yang diselundupkan dari Palembang, Sumatera Selatan, pada Jumat (20/7).
"Ini sebagai bentuk tanggung jawab kami terhadap pengawasan. Tidak hanya makanan dan obat tetapi juga bahan baku makanan yang sehat, higienis, dan halal. Untuk hari ini kita musnahkan sebanyak 1.680 kg dulu,” ungkap Banun di lokasi, Senin (23/7).
Proses Pemusnahan Daging Celeng Ilegal oleh Badan Karantina Pertanian Kementan. (Foto: Elsa Toruan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Proses Pemusnahan Daging Celeng Ilegal oleh Badan Karantina Pertanian Kementan. (Foto: Elsa Toruan/kumparan)
Adapun pemusnahan ini dilakukan dengan menggunakan mesin pembakar sampah atau incenerator dengan suhu di atas 1.200 derajat celcius. Dengan suhu yang sangat tinggi mampu membakar barang-barang organik seperti daging menjadi abu dalam waktu singkat.
“Masalah penyelundupan daging celeng ini sudah menjadi perhatian kami karena potensi ancaman penyakit bagi kesehatan masyarakat,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Banun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih selektif dalam memilih daging olahan yang hendak dikonsumsi. Dia meminta agar masyarakat tetap waspada jangan sampai membeli daging murah tapi belum terjamin keamanannya saat dikonsumsi.
“Sehingga kami lebih memilih untuk mengajarkan pada konsumen jangan hanya cari daging-daging produk olahan yang murah dan enak tapi membahayakan. Ini pesan bagi masyarakat,” ucap Banun.