Ditarget Beroperasi Maret 2019, Progres MRT Jakarta Capai 86 Persen

Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase I yang menghubungkan Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) ditargetkan beroperasi di Maret 2019. Adapun pembangunan MRT Jakarta Fase I dimulai 10 Oktober 2013.
Hingga awal bulan ini, progres persiapan operasi MRT Jakarta telah mencapai 86,35 persen, terdiri dari persiapan institusi sebesar 87,37 persen dan persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) sebesar 84,25 persen.
“Iya, perkembangan persiapan operasi sudah mencapai 86,35 persen,” kata Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar, kepada kumparan, Senin (14/1).

Sejak 24 Desember 2018 hingga 26 Februari 2019, MRT Jakarta melakukan parralel trial run yang mencakup praktek pemberian instruksi terkait operasional kereta oleh masinis, hingga praktek komunikasi antar petugas.
Rencananya pada 27 Februari 2019 hingga jelang beroperasi secara komersial di akhir Maret 2019, MRT Jakarta akan melakukan full trial run. Hal itu dilakukan untuk memastikan MRT Jakarta siap layani penumpang.
Adapun rute MRT Jakarta Fase I memiliki total panjang 16 km, terdiri dari 10 km jalur layang dan 6 km jalur bawah tanah. Proyek MRT Jakarta Fase I itu dikerjakan oleh konsorsium kontraktor Jepang-Indonesia.
Nantinya di rute itu akan terdapat 7 stasiun layang, yakni di Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja, serta 6 stasiun bawah tanah, yaitu Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.
