kumparan
28 Jan 2019 8:17 WIB

Eka Tjipta: Lahir di Pusat Peradaban Islam dan Jadi Sosok Idola

Kerabat memberikan penghormatan terakhir kepada Pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja di Rumah Duka Sentosa RSPAD, Jakarta, Minggu (27/1/2019). (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Pendiri Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia pada Sabtu malam (26/1) di kediamannya di Jakarta. Saat ini jenazahnya masih disemayamkan di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Karawang, Jawa Barat pada Sabtu (2/2).
ADVERTISEMENT
Keluarga berharap agar tidak ada lagi ucapan duka cita dalam bentuk karangan bunga. Managing Director Sinar Mas Gandi Sulistiyanto mengapresiasi karangan bunga duka cita yang diberikan untuk mendiang Eka Tjipta Widjaja. Akan tetapi, pihaknya berharap agar tidak ada lagi kiriman duka cita dalam bentuk karangan bunga.
“Kami juga mengapresiasi jika bapak atau ibu sekalian tidak mengirimkan ucapan duka cita dalam bentuk bunga,” kata Gandi di Rumah Duka Sentosa, Komplek RSPAD Gatot Subroto, Minggu (27/1).
Gandi mewakili keluarga besar Eka Tjipta Widjaja mengatakan akan menggunakan uang tali kasih untuk program donasi bencana. Donasi tersebut akan disalurkan kepada korban bencana di Lombok, Palu, dan Banten.
“Karena sebaiknya semua ucapan atau tali kasih nantinya akan disumbangkan kepada saudara-saudara kita yang terkena bencana. Ini jauh lebih bermanfaat dan sesuai dengan jiwa sosial Pak Eka,” tambahnya.
Ucapan duka cita untuk Eka Tjipta Widjaja di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto. (Foto: Maulana Ramadhan/kumparan)
Hal ini juga dianggap sesuai dengan filosofi Sinar Mas. Nilai yang diambil dari idealisme pendirinya tersebut yakni integritas, sikap positif, berkomitmen, perbaikan berkelanjutan, inovatif, dan loyal.
ADVERTISEMENT
“Sesuai dengan ideologi beliau yang menyebarkan ajaran bahwa orang harus peduli terhadap lingkungan dan masyarakat. Makanya itu dituangkan juga di dalam enam filosofi Sinar Mas,” ujar Gandi.
Sandi hingga Jonan Kagumi Sosok Almarhum Eka Tjipta Widjaja
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan hingga Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno turut melayat ke Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (27/1). Menurutnya, almarhum Eka Tjipta Widjaja merupakan tokoh hebat dalam dunia usaha Indonesia.
“Beliau salah satu tokoh dunia usaha Indonesia yang sudah lama sekali, sekurangnya mungkin 75 tahun,” tutur Jonan.
Jonan hadir sebagai pribadi untuk memberikan penghormatan kepada pria dengan nama Oei Ek Tjhong tersebut. Ia mengaku sangat mengagumi sosok Eka Tjipta.
Menteri ESDM Ignasius Jonan (batik biru) menyambangi rumah duka Bos Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja di Graha Sentosa RSPAD Gatot Soebroto (Foto: Maulana Ramadhan/kumparan)
“Ini kan tokoh hebat. Kami datang untuk memberikan penghormatan,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
“Secara personal, ini orang hebat sekali. Yang saya tahu (beliau) membangun usaha dari kecil, sampai besar, melewati banyak zaman dan masalah,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Sandi yang hadir di rumah duka pada Minggu (27/1), pukul 16.30 WIB mengaku sudah sejak lama mengenal Eka Tjipta Widjaja dan keluarga, bahkan sangat mengagumi sosok pendiri Sinar Mas Group tersebut semasa hidupnya.
“Saya sempat waktu baru diangkat menjadi Ketua Umum HIPMI, sekitar 12-13 tahun lalu, diberi nasihat berbisnis itu selain membuka peluang usaha, tapi membuka pertemanan atau jejaring. Beliau bukan hanya membuka jaringan di Indonesia, tapi juga di China dan Hong Kong. Kita lihat bagaimana ekspansi bisnis Sinar Mas ini sebagai hasil dari kepemimpinan beliau,” ungkap Sandi.
ADVERTISEMENT
Eka Tjipta Widjaja, Taipan yang Selalu Masuk Daftar Orang Terkaya RI
Sosok Eka Tjipta Widjaja, pendiri kelompok bisnis Sinar Mas Group, tak pernah keluar dari daftar orang paling tajir di tanah air. Namanya kerap masuk jajaran orang terkaya di Indonesia.
Dikutip dari Forbes, Eka Tjipta Widjaja, merupakan orang terkaya ketiga di Indonesia pada 2018. Kekayaan pria kelahiran Quanzhou, Fujian, China, pada 27 Februari 1921, tersebut mencapai USD 8,6 miliar pada 2018.
Bahkan pada 2017, kekayaan pria yang meniti karier bisnisnya dari bawah yakni menjajakan biskuit dan permen dengan mengendarai sepeda ke penjuru kota Makassar, pada 80 tahun silam, mencapai USD 9,1 miliar. Dia menempati orang terkaya nomor dua di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Sementara pada 2016, Eka Tjipta Widjaja menempati peringkat empat orang terkaya di Indonesia. Saat itu, total kekayaannya mencapai USD 5,6 miliar.
Eka Tjipta Widjaja (Foto: Dok. Orento)
Kini sebagai sebuah brand, Sinar Mas menaungi sejumlah perusahaan dengan nilai korporasi dan sejarah yang sama, namun masing-masing dari mereka independen dengan manajemen tersendiri.
Saat ini Sinar Mas bergerak di bidang bisnis kertas, real estat, jasa keuangan, agribisnis, dan telekomunikasi. Perusahaan juga mendirikan pabrik oleokimia dengan perusahaan Spanyol Cepsa di Pulau Riau Indonesia.
Meski hanya lulusan sekolah dasar, baginya tak ada harapan dan cita-cita yang terlalu tinggi. Filosofi ‘jujur, menjaga kredibilitas, dan bertanggung jawab, baik terhadap keluarga, pekerjaan maupun terhadap sosial’ menjadi kompas hidupnya.
Filosofi itu kemudian bermetamorfosis menjadi nilai-nilai luhur Sinar Mas, yakni Integritas, Sikap Positif, Berkomitmen, Perbaikan Berkelanjutan, Inovatif, dan Loyal.
ADVERTISEMENT
Quanzhou, Kota Kelahiran Eka Tjipta yang Jadi Pusat Peradaban Islam
Eka Tjipta meninggal di Jakarta dan jauh dari tanah kelahirannya di Kota Quanzhou, China. Quanzhou yang merupakan salah satu kota di Provinsi Fujian China ini juga dikenal sebagai Kota Zaitun dan pusat peradaban Islam. Kota ini disebut Zaitun karena Quanzhou pernah menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan terbesar di China saat periode perdagangan jalur sutera maritim.
UNESCO, organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyebut bila Quanzhou sebagai kota bersejarah karena merupakan titik awal dari jalur sutera maritim.
Saking strategisnya, banyak pedagang dan penjelajah dari penjuru dunia singgah dan menetap di Quanzhou. Alhasil, keberagaman beragama dan percampuran budaya seperti China-Arab sangat mudah ditemui di sini kala itu.
Masjid di kota Quanzhou. (Foto: Feby Dwi Sutianto/kumparan)
Bahkan cendekiawan dan penjelajah Islam terkenal asal Maroco, Ibn Battuta menyebut, selama periode pelayarannya ke penjuru dunia tahun 1304-1377 Masehi, Quanzhou sebagai pelabuhan terbesar di dunia. Sejarah kejayaan maritim dan Islam Quanzhou juga bisa dilihat di Islamic Centre dan Museum Maritim Quanzhou.
ADVERTISEMENT
Di sini terdapat Masjid Qingjing atau bisa dikenal dengan Masjid As Shohabu. Masjid yang terletak di Jalan Tu Men Jie itu memiliki gaya bangunan seperti di Turki dan Arab.
Masjid ini didirikan pada 1009 Masehi. Pada abad pertengahan, Quanzhou adalah pelabuhan terkenal di dunia. Saat itu, para pedagang dari Arab berlayar ke sini. Menurut penelitian, saat para saudagar asal Timur Tengah akan membangun Masjid Qingjing, di Kota Quanzhou sendiri telah berdiri sekitar enam sampai tujuh masjid.
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan