Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.94.0
ADVERTISEMENT
Ekspor batik Indonesia di tahun 2019 tidak secemerlang biasanya. Total nilai ekspor batik Indonesia pada Semester I 2019 hanya mencapai USD 17,99 juta. Capaian ekspor batik Indonesia sepanjang tahun 2018 mencapai USD 52 juta.
ADVERTISEMENT
“Kita memang agak menurun sih ya dibandingkan tahun lalu itu jumlah ekspornya sebesar USD 52 juta,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, saat ditemui di Kantor Pusat Kemenperin, Jakarta, Selasa (24/9).
Gati menambahkan, turunnya ekspor batik Indonesia ini seiring dengan menurunnya permintaan global. Karena itu, dia pun tidak menargetkan angka pasti capaian ekspor batik tahun ini.
“Semua produk saat ini memang juga sedang menurun, khususnya juga tekstil,” tambahnya.
Sementara, Direktur IKM Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka E Ratna Utarianingrum, mengatakan hal yang sama. Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jepang, hingga Eropa yang selama ini jadi tujuan ekspor batik tengah memiliki skala prioritas belanja yang lain.
ADVERTISEMENT
“Makanya kita juga akan lakukan inovasi dan kolaborasi, supaya bisa dibelanjakan lagi batik kita,” katanya.
Menurutnya, Indonesia selama ini lebih mendorong penjualan batik di dalam negeri. Lewat beberapa program, misalnya wajib menggunakan batik di sekolah atau kantor, bisa mendorong penggunaan batik.
Dia juga mendorong agar pemerintah menggalakkan penyuluhan terkait batik. Salah satunya melalui website yayasanbatikindonesia.com.
Website ini baru diluncurkan seiring dibukanya Pasar Batik Rakyat oleh Kemenperin. Hal ini dilakukan untuk memperingati Hari Batik Nasional pada 2 Oktober mendatang.
Pameran Pasar Batik Rakyat ini berlangsung mulai 24-27 September 2019. Ada total 43 merek batik yang hadir dan berpartisipasi dalam pameran ini.