Kumparan Logo

Filipina Pesan Kereta Diesel dan Lokomotif ke INKA Rp 127 Miliar

kumparanBISNISverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kereta LRT Palembang produksi PT INKA. (Foto: Elsa Olivia L Toruan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kereta LRT Palembang produksi PT INKA. (Foto: Elsa Olivia L Toruan/kumparan)

Tahun 2018 ini, PT Industri Kereta Api (Persero) (INKA) memasang target penjualan sebesar Rp 3,1 triliun atau tumbuh 22,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk mengejar target tersebut, INKA terus melakukan berbagai upaya, misalnya ekspansi ke berbagai negara.

Baru-baru ini, INKA telah berhasil memenangkan tender pengadaan kereta diesel hingga lokomotif dari Filipina. INKA juga terus menjajaki kemungkinan melakukan kerja sama lebih besar dengan negara-negara di Benua Afrika.

"Kita mau capai target perolehan pendapatan itu Rp 5 triliun di tahun 2020. Karena itu, kami adakan ekspansi. Rencana ke Filipina dan Afrika, tapi yang sudah deal itu baru Filipina," ungkap Direktur Produksi INKA Bayu Waskito saat ditemui di Pabrik INKA, Madiun, Jawa Timur, Senin (7/5).

LRT Palembang Produksi INKA. (Foto: Dok. INKA)
zoom-in-whitePerbesar
LRT Palembang Produksi INKA. (Foto: Dok. INKA)

Dalam kontrak tersebut, INKA bertanggung jawab untuk memasok 4 trainset Diesel Multiple Unit (DMU), 3 unit lokomotif, dan 15 passenger boat. Bayu menyatakan, sejauh ini INKA sudah mengirimkan sebanyak 2 trainset DMU.

"Nilai kontrak yang sudah deal itu sebesar Rp 127 miliar. Sementara yang akan datang nilai kontraknya sebesar Rp 625 miliar," tambahnya.

Selain Filipina, INKA juga sedang melakukan tahap penjajakan dengan negara lainnya, salah satunya Afrika. Namun, Bayu mengatakan, saat ini masih dalam tahap pre kualifikasi.

"Kami masih penjajakan. Masih tahap pre kualifikasi. Kalau kita lolos tender, maka kita akan diundang ke sana," tutupnya.