Pencarian populer

Gaet 2,2 Juta Pelanggan dari Tanda Tangan Digital, PrivyID Raup Rp 1 T

Kerja sama Amartha dan PrivyID. (Foto: Elsa Olivia Karina L Toruan/kumparan)
Tanda tangan digital tumbuh pesat dalam satu tahun terakhir. Hal ini dikatakan oleh Co-founder PrivyID Guritno Adi Saputro. Per 6 Desember 2018, pihaknya telah berhasil menggaet sebanyak 2,2 juta pengguna. Angka ini meningkat dari Agustus 2018 sebanyak 1,9 juta pengguna.
ADVERTISEMENT
Adi mengatakan, pengguna paling banyak tersebar di Pulau Jawa, khususnya Jakarta dan Surabaya.
"Kami paling banyak itu dari multifinance (perusahaan pembiayaan). Total perusahaan yang ada saat ini mencapai lebih dari 180 perusahaan yang terdiri dari financial technology (fintech), multifinance, dan perbankan," katanya saat ditemui di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (6/12).
Dari jumlah pengguna tersebut, sebanyak 90 persen merupakan pengguna yang berasal dari perusahaan dan sisanya merupakan personal seperti notaris.
Ilustrasi Fintech. (Foto: Thinkstock)
"Kenapa yang pengguna personalnya masih kurang karena saat ini masih minim kesadaran terhadap tanda tangan digital. Ini yang ingin kami perbaiki di tahun depan," katanya.
Meski begitu, melihat pesatnya pertumbuhan pengguna, Adi menargetkan mampu meraih sebanyak 300 perusahaan menjadi pengguna layanan tanda tangan digital mereka hingga akhir tahun.
ADVERTISEMENT
PrivyID juga telah berhasil memperoleh pendapatan hampir mencapai Rp 1 triliun hingga awal Desember 2018. Hanya saja, dia tidak mau menyebut angka pasti pendapatan yang telah diperoleh.
"Pendapatan kita ini meningkat sebesar 80 persen dari tahun lalu dan targetnya di tahun depan kita bisa peroleh tiga kali lipat dari angka itu," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.84