kumparan
31 Agu 2019 9:12 WIB

Gandeng ITB, Anak Usaha Adaro Mau Bikin Alat Pencatat Air Digital

Air Bersih Foto: ANTARA FOTO/Rahmad
PT Adaro Tirta Mandiri (ATM) bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (LPIK-ITB) mengembangkan Smart Water Meter atau alat pencatat air digital. Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan Direktur Utama ATM Wito Krisnahadi, Direktur ATM Ahmad Rosyid, dan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi & Kemitraan ITB Prof. Bambang Riyanto Trilaksono pada Jumat, (30/8) di Ruang Rapim A, Rektorat ITB, Bandung.
ADVERTISEMENT
Wito Krisnahadi menjelaskan kerja sama ini akan dilakukan dalam 3 tahap. Tahap Pertama, yaitu penelitian dan pembuatan prototype yang dilakukan selama 3 bulan. Tahap kedua, uji coba alat di lapangan, dan kemudian tahap ketiga, produksi Smart Water Meter dengan skala pabrik.
Smart Water Meter ini sangat diperlukan di dalam industri pengelolaan air karena akan mengurangi tingkat kebocoran dari distribusi air, mengurangi tingkat kesalahan dalam pencatatan meter air, dan meningkatkan akurasi meter air,” ujar Wito dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/8).
Smart Water Technology juga diharapkan dapat mengidentifikasi dan mempelajari penggunaan waktu puncak (peak-hour) dan di luar waktu puncak (non peak-hour), verifikasi proses penghematan konsumsi air, serta memungkinkan PDAM untuk mendapatkan informasi yang diperlukan guna meningkatkan efisiensi operasional sistem distribusi, pemeliharaan, perencanaan investasi dan peningkatan layanan pelanggan.
ADVERTISEMENT
In line dengan bidang usaha Adaro Water, selain membangun infrastruktur air bersih, Adaro Water juga akan memproduksi alat-alat untuk meningkatkan efisiensi dalam water management. Jika uji coba alat ini berhasil, kami berencana membuat Smart Water Meter ini dengan skala pabrik,” ungkap Wito.
Wito mengatakan bahwa kemitraan dengan ITB dalam pengembangan Smart Water Meter, karena ITB telah memiliki pengalaman dalam mengembangkan unit meter berbasis Internet of Things sejak 2010, bersama institusi dalam negeri maupun luar negeri, serta memiliki pengalaman dalam pembuatan smart meter listrik sebagai referensi untuk meter air. Selain itu, ITB juga merupakan perguruan tinggi non-vokasi terbaik di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Prof Dr. Ir. Bambang Riyanto Trilaksono menyatakan menyambut baik kerja sama dengan PT Adaro Tirta Mandiri. Ia menjelaskan bahwa ITB saat ini memiliki 12 fakultas/sekolah yang terbagi ke dalam empat bidang klaster keilmuan, yaitu teknik, sains dan teknologi, seni, dan manajemen. ITB juga mempunyai 110 Kelompok Keahlian, 22 Pusat, 7 Pusat Penelitian, dan 5 Pusat Unggulan Iptek.
ADVERTISEMENT
Sejalan dengan arah ITB menuju entrepreneurial university, ITB dikatakannya telah dan akan terus menjalin kerja sama dengan pemerintah dan juga kalangan industri dalam rangka mengaplikasikan hasil riset dari para peneliti di ITB.
“ITB baru saja, Rabu 28 Agustus, di peringatan Hakteknas 2019, meraih dua penghargaan bidang produk inovasi, yaitu Widyapadhi sub kategori produk inovasi, dan Widya Krida untuk ITB Innovation Park yang menonjol dalam menghasilkan produk inovasi/teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Bambang.
PT Adaro Tirta Mandiri (ATM) atau Adaro Water merupakan salah satu pilar usaha dan anak perusahaan PT Adaro Energy Tbk yang berdiri sejak tahun 2012 dan bergerak di bidang investasi, pengadaan dan distribusi air. ATM memiliki 6 anak perusahaan; PT Trimitra Tirta Sarana, PT Drupadi Tirta Gresik, PT Drupadi Tirta Intan, PT Adaro Tirta Mentaya, PT Dumai Tirta Persada, dan PT Adaro Wamco Prima.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan