Kumparan Logo

Gojek Banjir Dukungan Ekspansi ke ASEAN usai Dijegal Bos Taxi Malaysia

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tarif ojek online mengalami kenaikan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tarif ojek online mengalami kenaikan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Aplikasi transportasi online Gojek kini banjir dukungan untuk berekspansi ke negara-negara ASEAN, usai dijegal pemilik Big Blue Taxi asal Malaysia, Datuk Shamsubahrin Ismail.

Meskipun saat ini, Shamsubahrin Ismail telah meminta maaf atas ucapanya terkait Gojek dan Indonesia negara miskin.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP Evita Nursanty menyatakan dukungannya kepada Gojek untuk melebarkan sayap di kancah ASEAN, termasuk Malaysia. Menurut dia, Gojek telah menunjukkan kesuksesannya di Tanah Air, sehingga saat ini sepatutnya masuk ke pasar mancanegara.

Evita menilai, respons negatif yang ditunjukkan salah satu pengusaha taksi di Malaysia sebelumnya tak perlu dikhawatirkan. Apalagi kemajuan teknologi seperti yang ditawarkan Gojek adalah keniscayaan pada era digital saat ini.

"Pola bisnis konvensional mau tidak mau harus menyesuaikan dengan arus perubahan itu. Di Indonesia, ada beberapa usaha rintisan asal Malaysia, sama seperti Grab yang awalnya diciptakan warga Malaysia, mereka cari makan di Indonesia dan buktinya kita terima juga,” ujar Evita kepada kumparan, Senin (2/9).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara sebelumnya juga mengungkapkan bahwa persaingan perusahaan antarnegara harus adil.

"Menurut saya, (perusahaan) punya Malaysia boleh masuk ke Indonesia masak (perusahaan) Indonesia enggak boleh masuk ke Malaysia," kata Rudiantara.

Dia pun menyayangkan jika pihak Malaysia menutup Gojek. Padahal, para menteri Malaysia sudah memberikan lampu hijau kepada Gojek untuk ekspansi ke Negeri Jiran.

"Kami tidak menutup Grab dari Malaysia, masa kami ditutup? Asia Tenggara itu mengenal satu pasar," katanya.

Dukungan kepada Gojek pun datang dari Malaysia. Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman menyambut hangat rencana ekspansi internasional Gojek. Ia mendukung Gojek untuk menciptakan ratusan ribu peluang kerja serta membantu bisnis para pengusaha kecil.

"Mereka ingin dipertahankan, mereka membutuhkan pekerjaan. Itu masalah yang lebih mendesak," kata Syed Saddiq dalam video berdurasi satu menit di akun Twitternya.

Logo baru Gojek di helm mitra pengemudi ojek online. Foto: Dok. Gojek

Tak hanya itu, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad juga membela langkah pemerintah Malaysia yang mengizinkan Gojek 'mengaspal' di negaranya. Mahathir menjawab banyak kalangan yang mempertanyakan aspek keamanan layanan yang diberikan oleh Gojek.

Mahathir sendiri telah memberi lampu hijau kepada Gojek untuk berekspansi di negeri jiran tersebut. Menurut Mahathir, kehadiran Gojek di Malaysia bakal menguntungkan para pelaku usaha yang bergerak di Usaha Kecil Menengah (UKM).

"Kami ingin memastikan apapun yang kami lakukan bermanfaat bagi rakyat. Sama halnya dengan Gojek," tambahnya.

Sebelumnya, pernyataan Shamsubahrin terkait kehadiran Gojek viral di media sosial. Sebab, komentar Shamsubahrin dinilai menghina Indonesia.

Ucapan Shamsubahrin juga mengundang reaksi keras dari warganet di Indonesia. Bahkan tagar #UninstallGrab ramai di jagat media sosial.

"Ini negara miskin, kita negara kaya. Kalau Indonesia anak muda bagus, dia tak keluar, keluar negara untuk cari kerja. Gojek hanya untuk orang miskin seperti di Jakarta,” kata Shamsubahrin dalam videonya.