Gubernur BI Prediksi Rupiah Stabil Sepanjang 2019

Bank Indonesia (BI) memproyeksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan terus stabil sepanjang tahun 2019. Hal tersebut didorong oleh faktor domestik maupun global.
Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, kurs rupiah saat ini masih di bawah nilai fundamentalnya atau undervalue. Ke depan, bank sentral memperkirakan rupiah akan terus bergerak stabil.
Adapun berdasarkan data Reuters siang ini pukul 14.45 WIB, nilai tukar rupiah mencapai Rp 14.040 per dolar AS, menguat dibandingkan pembukaan pagi tadi di level Rp 14.058 per dolar AS.
"Nilai tukar rupiah ke depan akan bergerak stabil. Dan rupiah saat ini masih undervalue," ujar Perry di Komplek BI, Jakarta, Jumat (22/2).
Menurut Perry, setidaknya ada empat faktor yang mendorong mata uang Garuda bisa terus menguat di tahun ini. Pertama, derasnya aliran modal asing yang masuk ke Indonesia dapat menambah suplai valas, sehingga rupiah bisa lebih stabil.
Adapun sejak awal tahun ini aliran dana asing yang masuk ke Indonesia mencapai Rp 45,9 triliun. Jauh lebih besar dibandingkan aliran asing yang masuk sepanjang 2018 sebesar Rp 13,9 triliun.
Faktor kedua, fundamental ekonomi Indonesia juga dinilai baik oleh investor. Terlihat dari pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun lalu sebesar 5,17 persen dan inflasi yang terjaga 3,13 persen.
Ketiga, kenaikan suku bunga acuan AS atau Fed Fund Rate (FFR) yang diproyeksi hanya sekali di tahun ini mendorong aliran asing ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Terkahir, kata Perry, faktor mekanisme pasar yang semakin baik juga turut menambah stabilitas rupiah.
"Jadi ke depan stabilitas akan didukung oleh empat hal itu," tambahnya.
