kumparan
20 Feb 2019 13:41 WIB

Harga Saham Naik Drastis, Ini Penjelasan Smartfren

PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) saat menggelar konferensi pers. Foto: Elsa Olivia Karina L Toruan/kumparan
Harga saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) melonjak tajam. Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham FREN meroket 234,17 persen, dari Rp 97 per unit pada penutupan perdagangan 14 Januari 2019 menjadi Rp 264 per unit pada 14 Februari 2019. Harga tertinggi saham FREN ditransaksikan pada harga Rp 314 per lembar.
ADVERTISEMENT
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham FREN pada 15 Februari 2019 dan baru dibuka kembali suspensi saham FREN pada 18 Februari 2019.
Menanggapi hal ini, manajemen FREN mengatakan, performa dan kinerja keuangan perseroan yang membaik jadi alasan saham FREN bisa meningkat drastis.
“Performa kita sangat bagus dan direspons positif oleh market. Bisa dilihat dari pergerakan saham kami,” kata Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Rabu (20/2).
Kantor Smartfren di Jalan Sabang, Jakarta. Foto: Jofie Yordan/kumparan
Dia menjelaskan, laba perusahaan sebelum dikurangi bunga utang dan pajak terutang yang harus dibayarkan kepada pemerintah (Ebitda) per September 2028 tercatat Rp 761 miliar secara year to date (ytd). Jumlah ini naik 84 persen dibanding September 2017 sebesar Rp 413 miliar.
ADVERTISEMENT
“Pendapatan kami juga tercatat naik 19 persen. Tahun ini, pendapatan kami sekitar Rp 3,9 triliun per September 2018. Dibanding tahun lalu, ini meningkat 19 persen. September 2017 lalu pendapatan kami sekitar Rp 3,3 triliun," tambahnya.
Kinerja keuangan yang meningkat ini disebut FREN jadi pemicu harga saham mereka yang melonjak. Padahal sebelumnya dikabarkan bahwa saham FREN naik karena adanya isu merger perseroan dengan PT XL Axiata Tbk dan PT Indosat Tbk (ISAT).
“Saya bersyukur ini (kinerja keuangan) direspons baik oleh pasar,” kata dia.
Pada perdagangan sesi I, Rabu (20/2), saham FREN ditutup turun 12 poin (4,17 persen) ke Rp 276.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan