Pencarian populer

IHSG Merah, Rekomendasi Beli Saham ANTM, BBNI, BUMI, INCO, JSMR, LSIP

Ilustrasi IHSG. (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah membuka perdagangan hari ini. Pada perdagangan preopening, IHSG sudah bergerak melemah 20,138 poin (0,34 persen) ke 5.847,599.

Mengawali perdagangan Kamis (4/10), IHSG dibuka melemah 36,202 poin (0,62 persen) ke 5.831,535. Sementara indeks LQ45 juga dibuka melemah 8,263 poin (0,89 persen) ke 917,039.

Sembilan dari 10 indeks sektoral melemah. Pelemahan paling tajam terjadi di sektor infrastruktur yang turun 1,08 persen.

Sementara di pasar valuta asing, dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat terhadap rupiah. Mengutip data perdagangan Reuters, dolar AS dibuka di Rp 15.070. Dolar AS kemudian naik tajam dan mencapai posisi tertingginya pagi ini di Rp 15.100. Dolar AS kembali menguat dan kini posisinya ada di Rp 15.130.

Berikut kondisi bursa saham Asia pagi ini:

- Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 29,81 poin (0,12 persen) ke 24.081,15

- Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 397,20 poin (1,47 persen) ke 26.694,06

- Indeks SSE Composite di China naik 29,58 poin (1,06 persen) ke 2.821,35

- Indeks Straits Times di Singapura turun 35,88 poin (1,10 persen) ke 3.231,52

Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan IHSG ditutup melemah 0,13 persen di level 5.867,737 pada 3 Oktober 2018. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.836,744 hingga 5.805,750. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 5.910,148 hingga 5.952,560.

Pekerja membersihkan monitor pergerakan IHSG (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Berdasarkan indikator, MACD kembali menyentuh di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral. Namun terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance.

Menu Saham Pilihan:

ANTM, “Akumulasi Beli” pada area level 790 – 810, dengan target harga secara bertahap di level 820 dan 865. Support: 790 & 770,

BBNI, “Akumulasi Beli” pada area level 7.200 - 7.300, dengan target harga secara bertahap di area level 7.550 dan 7.975. Support: 7.100,

BUMI, “Akumulasi Beli” pada area level 204 - 210, dengan target harga secara bertahap di level 214, 228, 236, 278, 320 dan 360. Support: 195,

INCO, “Akumulasi Beli” pada area level 3.390 - 3.410, dengan target harga secara bertahap di level 3.480, 3.640 dan 3.790. Support: 3.320,

JSMR, “Akumulasi Beli” pada area 4.360 - 4.400, dengan target harga secara bertahap di level 4.460, 4.590, 4.750, 5.125 dan 5.500. Support: 4.290,

LSIP, “Akumulasi Beli” pada area level 1.260 - 1.180, dengan target harga secara bertahap di level 1.210, 1.230, 1.325, 1.420 dan 1.510. Support: 1.140,

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: