Incar Pasar Kereta Api di Afrika, INKA dan 3 BUMN Bentuk Konsorsium

Untuk menggarap pasar perkeretaapian Afrika, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Industri Kereta Api (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT LEN (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) membentuk konsorsium bernama Indonesia Railway Development Consortium (IRDC).
Menurut Direktur Utama INKA, Budi Noviantoro, konsorsium itu diharapkan dapat mengibarkan bendera Indonesia di Afrika karena menawarkan one step solution terkait layanan infrastruktur perkeretaapian.
"Kami telah membangun konsorsium untuk pasar Afrika untuk mendapatkan kesepakatan bisnis," bebernya dalam Diskusi Panel Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8).
Dengan adanya IRDC, INKA berupaya mendapatkan pasar pengembangan produk perkeretaapian, yakni meliputi penyediaan sarana perkeretaapian dan prasarananya, termasuk infrastruktur, operasional, pemeliharaan, dan solusi pendanaan.
Budi pun mengungkapkan, Afrika dipandang potensial lantaran wilayahnya luas namun belum banyak memiliki infrastruktur transportasi. Namun sayang, beberapa negara di Afrika memiliki masalah keuangan untuk pembiayaan.
"Tapi kami memiliki beberapa opsi yang bisa ditawarkan untuk pembangunan infrastruktur perkeretaapian tersebut," jelas Budi.
Menurut dia, opsi yang disediakan INKA ialah negara di Afrika itu membayar pihaknya melalui skema kredit selama beberapa tahun sesuai kesepakatan, atau INKA menjadi operator selama beberapa tahun di negara itu sehingga mendapatkan pemasukan dari penumpang kereta tersebut.
"Saat ini kami sedang dalam proses masuk ke Madagaskar. Kami bersama konsorsium untuk menggarap pasar di sana," katanya.
