Indocement Targetkan Pertumbuhan Bisnis di 2018 Hanya 6%

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk menargetkan pertumbuhan bisnis tahun ini hanya di kisaran 6% atau tidak jauh beda dengan target pertumbuhan tahun lalu yang masih di kisaran 4-5%. Tahun politik menjadi alasan perusahaan tidak terlalu percaya diri untuk bisa menargetkan pertumbuhan di kisaran double digit.
"Kita mungkin bisa bertumbuh, dengan mempertimbangkan tahun pilkada (pemilihan kepala daerah) tentunya. Tapi kalau pilkada aman-aman aja dan bergerak baik, saya percaya akan bisa bertumbuh double digit di tahun ini," kata Direktur Utama Indocement Tunggal Prakarsa Christian Kartawijaya saat paparan publik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Sudirman, Jakarta, Jumat (23/3).
Christian optimistis target tersebut dapat terealisasi sebab pemerintah tengah banyak membangun berbagai proyek infrastruktur. Dengan begitu, permintaan akan semen masih tetap akan tumbuh.
"Kemudian kita mendapatkan suplai dalam beberapa infrastruktur lain misalnya setengah dari proyek tol Jakarta-Cikampek kita juga suplai. Kita juga ikut di dalam proyek Light Rail Transit (LRT) dan kita ikut di beberapa tol yang ada di Ciawi dan Sukabumi, itu juga kita ikut suplai di sana," ujarnya.

Lalu, perusahaan juga tengah membidik untuk masuk ke beberapa proyek infrastruktur strategis pemerintah lainnya seperti di wilayah Sumatera, Jabodetabek, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Hal ini dilakukan guna menyerap lebih banyak produksi semen di tengah persaingan pasar yang semakin sengit.
"Kelebihan pasokan akan tetap terjadi, tapi saya percaya konsolidasi akan terjadi tidak lama lagi di tahun ini dan ini akan membuat lebih stabil dan lebih baik. Kita menjalankan P-14 yang full tahun ini dan kita ekspansi di terminal kemudian kita ekspor klinker dan penjualan klinker domestik," jelasnya.
Di tahun 2017, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp 1,85 triliun. Angka ini mengalami penurunan 51,9% dibandingkan keuntungan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,8 triliun. Penurunan laba di tahun 2017 disebabkan oleh penurunan pendapatan perusahaan sebesar Rp 14,43 triliun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 15,36 triliun.
Sementara itu, permintaan semen nasional mengalami kenaikan yang cukup signifikan menjadi 66,3 juta ton atau tumbuh 7,6% dari tahun sebelumnya. Namun pertumbuhan permintaan ini terjadi di tengah meningkatnya kapasitas produksi nasional. Kelebihan kapasitas produksi ini menyebabkan pangsa pasar Indocement turun dari 26,1% menjadi 25,3%. Imbasnya penjualan ekspor semen dan klinker di tahun 2017 menurun 57,9% atau sekitar 226 ribu ton di mana tahu lalu penjualan ekspor semen 390,4 ribu ton.
Untuk volume penjualan domestik, perusahaan mencatatkan pertumbuhan sekitar 7% atau mengalami kenaikan sebesar 1,2 juta ton dari tahun lalu dengan total volume penjualan 17,7 juta ton. Adapun penjualan ini mencangkup penjualan semen domestik 17,7 juta ton dan penjualan klinker domestik sebesar 650 ribu ton.
