Kumparan Logo

Indonesia Diprediksi Akan Punya 2 Unicorn Baru

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Indonesia Diprediksi Akan Punya 2 Unicorn Baru
zoom-in-whitePerbesar

Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) memprediksi pada 2-3 tahun ke depan, terdapat 2 perusahaan rintisan atau startup baru yang akan menjadi unicorn, atau startup dengan valuasi di atas USD 1 miliar.

Ketua Umum IdEA, Ignatius Untung, menyampaikan 2 perusahaan yang akan menjadi unicorn itu bergerak di bidang pengembangan e-wallet dan layanan travel. Sejauh ini, pertumbuhan 2 perusahaan itu begitu pesat.

"Prediksi 2-3 tahun ke depan bisa ada tambahan 2 unicorn di Indonesia, udah kelihatan agresif perputaran (uangnya tinggi)," ucapnya saat ditemui di Kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (26/2).

Dia menambahkan, startup travel yang diprediksi menjadi unicorn baru Indonesia itu didirikan pada tahun 2006 atau gelombang startup pertama, sementara startup e-wallet dibuat tahun 2016 atau gelombang startup ketiga.

"Tapi masih ada peluang industri lain seperti market place. Sejauh ini tapi yang paling kuat itu," beber Untung.

Sementara untuk 4 unicorn yang sudah ada, yakni Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak, menurut dia, ke depan masih akan terus berkembang. Sebab ofndasi bisnis 4 unicorn tersebut terbilang kuat.

"Go-Jek sudah bisa monetize Go-Pay dan Go-Food. Traveloka kalau mau beriklan mungkin profitnya sudah besar, Traveloka kan pengeluaran terbesarnya di iklan. Bukalapak dan Tokopedia lawannya banyak sekali, tapi kedua startup ini resourcesnya sudah kuat, audience-nya kuat, penggunanya banyak," katanya.

Meski unicorn dianggap sebagai predikat prestisiun, namun Untung berharap startup lain tak menjadikan unicorn sebagai tujuan. Sebab yang paling penting dalam membuat startup adalah keberlangsungan.