Kumparan Logo

Investasi Saham Mulai Dilirik TKI di Hong Kong

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Antrean Pekerja Migran di BNI Cabang Hong Kong. Foto: Angga/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Antrean Pekerja Migran di BNI Cabang Hong Kong. Foto: Angga/kumparan

Menabung atau berinvestasi saham kini sudah menjadi pilihan banyak orang. Selain aman dan untuk jangka panjang, investasi jenis ini juga sekarang semakin mudah dan bisa dilakukan di mana saja melalui mobile apps.

Misalnya para pekerja migran asal Indonesia di Hong Kong, saat ini banyak dari mereka yang menyisihkan pendapatannya untuk menabung saham. Mereka juga membentuk kelompok investor saham pemula.

"Antusiasme para pekerja migran asal Indonesia di sini untuk investasi saham sudah cukup tinggi," kata General Manager BNI Hong Kong, Wan Andi Aryadi, saat ditemui kumparan di Hong Kong.

Andi mengatakan, beberapa kali BNI memberikan kelas pengelolaan keuangan termasuk investasi untuk para pekerja migran Indonesia di Hong Kong. Beberapa orang yang ahli di bidangnya sengaja didatangkan ke Hong Kong untuk berbagi ilmu.

"Kami berikan success story soal saham dari ahlinya. Selain itu, kami berikan pelatihan untuk mengetahui mekanisme dan cara membaca peluang saham dari BNI Sekuritas," katanya.

Menurut Andi, banyak pekerja migran Indonesia di Hong Kong yang kini mulai serius menekuni investasi saham. Bahkan, kata dia, ada seorang TKI yang mengaku sudah memiliki portofolio saham di BNI hingga Rp 300 juta.

"Ada yang bilang ke kami punya saham BNI Rp 300 juta. Wah saya bilang pegawai kami saja kalah. Minat investasinya luar biasa," ujarnya.

Andi mengatakan, BNI rutin menggelar berbagai macam kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan bagi pekerja migran Indonesia di Hong Kong. Kegiatan biasanya berupa pelatihan untuk peningkatan keahlian dan keterampilan.

GM BNI Hong Kong, Wan Andi Aryadi memberikan keterangan pers terkait acara kumparan BNI Photofun di Hong Kong, Minggu (21/10). Foto: Dok. kumparan

Selain melatih investasi saham dan perencanaan keuangan, BNI juga memberikan pelatihan seperti merias, menjadi barista, dan kegiatan lain seperti workshop membuat vlog yang digelar BNI dan KJRI Hong Kong bekerja sama dengan kumparan pada Minggu (4/8).

Dengan adanya pelatihan-pelatihan tersebut, diharapkan para pekerja migran asal Indonesia tak perlu lagi bekerja di luar negeri dan lebih memilih untuk mengembangkan usahanya di kampung halaman.

"Ketika bekerja di sini misalnya mereka dapat pelatihan dan menabung apakah investasi atau saham. Harapannya setelah pulang, keahliannya digunakan dan hasil tabungannya dipakai untuk modal," katanya.

Jika ternyata modal usaha yang dimiliki pekerja migran tersebut tak mencukupi, Andi memastikan BNI akan membantu penambahan modal melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Jadi kalau misalnya saat pulang buka usaha dan ternyata modal kurang, mereka bisa mengajukan KUR. Kami dari BNI Hong Kong bisa memberikan rekomendasi," katanya.