Kumparan Logo

Jangan Buang Sampah Plastik di Laut, Nanti Ditenggelamkan Susi

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti ikut berpartisipasi dalam Pawai Bebas Plastik di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (21/7). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti ikut berpartisipasi dalam Pawai Bebas Plastik di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (21/7). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Banyaknya sampah plastik yang mengalir ke laut Indonesia membuat geram berbagai pihak. Sampah-sampah tersebut bukan hanya mengotori perairan, tapi ikan-ikan yang hidup di dalamnya.

Menteri Keluatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pun ingin, perilaku buang sampah plastik sembarangan, terutama plastik sekali pakai bisa dikurangi. Kalau tidak, bakal ditenggelamkan! Kok bisa? Berikut kumparan rangkum aksi Susi tersebut:

Indonesia Katanya Negara Besar, Tapi Buang Sampah Nomor 2 Dunia

Susi hadir dalam aksi pawai bebas sampah plastik di area CFD Bundaran HI hingga Taman Aspirasi, Monas, Jakarta, Minggu (21/7). Ia langsung bergabung dengan sejumlah relawan dan aktivis lainnya menuju Taman Aspirasi. Susi juga terlihat membentangkan spanduk bertuliskan ‘Tolak Plastik Sekali Pakai’.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti Saat Gelaran Pawai Anti Plastik 2019. Foto: Abdul Latif/kumparan

Dalam kesempatan ini, Susi menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan tak menggunakan plastik sekali pakai. Bahkan Indonesia tercatat sebagai negara penyumbang sampah plastik nomor 2 dunia setelah China.

“Indonesia katanya bangsa besar, eh buang sampah (plastik) nomor 2 di dunia,” katanya.

Susi mengajak semua pihak untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Beberapa contoh plastik sekali pakai adalah kantong plastik dan sedotan.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti ikut berpartisipasi dalam Pawai Bebas Plastik di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (21/7). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Pembuang Sampah Plastik ke Laut Harus Ditenggelamkan

Setiap harinya Jakarta menghasilkan 2.520 monster plastik seperti ini dari sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Bahkan beratnya mencapai 500 kg per hari.

Susi menjelaskan, isu sampah plastik harus ditangani secara serius. Ia berseloroh, pembuang sampah plastik ke lautan harus ditenggelamkan, seperti halnya kapal-kapal pelaku illegal fishing.

"Illegal fishing kita tenggelamkan, pencuri ikan kita tenggelamkan. Pembuang sampah plastik ke lautan juga harus kita tenggelamkan!" tegas Susi.

Bupati Anambas Abdul Haris dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Pulau Mingga, Kepulauan Anambas. Foto: Wiji Nurhayat/kumparan

Apresiasi Daerah yang Sudah Larang Gunakan Plastik Sekali Pakai

Susi pun mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang telah melarang penggunaan pemakaian plastik, yakni pemerintah daerah Bali dan Banjarmasin.

Sekitar 70 persen wilayah Indonesia adalah laut. Susi berpesan agar laut dijaga karena menyimpan kekayaan yang tak ternilai. Kurang lebih 70 persen sampah plastik dibuang ke laut. Ini harus dikontrol.

"Kita perlu ikan, kita perlu laut yang indah, kita butuh ikan untuk makan, untuk industri perikanan, kita perlu makan supaya jadi pintar, sehat," ujar Susi.