kumparan
12 Jan 2019 18:34 WIB

Jokowi: Dipikir Merebut 51 Persen Saham Freeport Mudah?

Jokowi mengenakan jaket pemberian Alumni UI (Foto: Jamal Ramadan/kumparan)
Presiden Joko Widodo kembali mengungkit soal banyak orang yang menyebut dirinya adalah antek asing. Padahal tuduhan tersebut tidak benar adanya.
ADVERTISEMENT
Kepada Alumni Universitas Indonesia, Jokowi membuktikan bahwa dia bukan antek asing. Dia memberikan sejumlah bukti dan prestasi. Apa saja?
Misalnya Blok Rokan dan Blok Mahakam. Blok Rokan yang sebelumnya dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) akan diambil alih oleh PT Pertamina (Persero) pascatahun 2021. Sedangkan Blok Mahakam diserahkan pengelolaannya kepada Pertamina dari Total E&P Indonesie (TEPI) mulai 1 Januari 2019.
"Saya ingin sore hari berbahagia ini saya sampaikan Blok Mahakam 100 persen dikelola Pertamina yang sebelumnya dikelola Prancis dan Jepang, Chevron dimenangkan Pertamina," ungkap Jokowi di acara Deklarasi Alumni UI untuk Jokowi-Amin, di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/1).
Freeport (Foto: OLIVIA RONDONUWU / AFP)
Prestasi sahih lainnya yang dicapai Jokowi adalah Indonesia berhasil memiliki 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Jokowi pun bilang, untuk merebut saham mayoritas Freeport bukan perkara mudah. Prosesnya sangat panjang yaitu 3,5 tahun dengan negosiasi yang alot. Dia mengungkapkan selama puluhan tahun, Indonesia hanya mendapatkan penguasaan sebesar 9 persen.
ADVERTISEMENT
"Kemudian Freeport mayoritas kita kuasai. Pertanyaan saya antek asing yang ada dimana? Dipikir 51 persen merebut saham Freeport mudah? Sangat sulit sekali tapi saya tahu sekali negara Indonesia tantangannya besar dan banyak," ujarnya.
Pemerintah pun tidak gentar dengan sulit dan alotnya merebutnya 51 persen saham Freeport. Dengan ketegasan dan optimisme, akhirnya mayoritas saham Freeport bisa kembali dimiliki Indonesia.
"Kita tidak boleh lemah dan takut terhadap tantangan dan rintangan. Kita harus optimis, optimis, jangan sampe ada pesimisme di antara kita," tegas Jokowi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan