Kumparan Logo

Jokowi: Investor yang Ngantre di KEK Mandalika Banyak

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kawasan Ekonomi Mandalika (Foto: Ahmad Subaidi/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Kawasan Ekonomi Mandalika (Foto: Ahmad Subaidi/Antara)

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi incaran para investor asing dan lokal. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), perusahaan pengelola KEK Mandalika, mencatat investasi yang masuk hingga saat ini sudah mencapai Rp 12,3 triliun.

Maka tidak heran bila Presiden Joko Widodo optimistis KEK Mandalika akan menjadi kawasan tujuan pariwisata baru di Indonesia. Dengan status tersebut, investasi yang masuk diprediksi akan terus bertambah.

"Kepada investor buat aturan main yang jelas, kontrak jelas kapan mulai bangun, jangan hanya tandatangan saja. Kalau enggak mulai konstruksi 6 bulan cabut, yang ngatre di Mandalika banyak sekarang ini," ujar Jokowi saat meresmikan KEK Mandalika di Lombok, NTB, Jumat (20/10).

Secara umum, KEK Mandalika memiliki luas lahan kelola 1.175 hektare dan berstatus clean and clear. Sejak setahun terakhir saja, investasi yang masuk ke KEK Mandalika sudah oversubscribed. Terdapat sekitar tujuh investor telah menandatangani MOU dengan ITDC. Bahkan, lima dari tujuh investor tersebut sudah masuk tahap investasi dengan menandatangani LUDA atau Land Use & Development Agreement dengan total nilai investasi mencapai Rp 6,2 triliun.

Jokowi berkeliling KEK Mandalika (Foto: Antara/Ahmad Subaidi)
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi berkeliling KEK Mandalika (Foto: Antara/Ahmad Subaidi)

"Mumpung ini baru pada titik 0 kita mulai sehingga terkonsep dengan baik, terencana dengan baik. Kita ingin agar ini jadi kawasan besar yang akan berikan dampak ke Nusa Tenggara Barat," pesan Jokowi.

Lima hotel skala internasional dipastikan akan dibangun di KEK Mandalika. Sebut saja Hotel Royal Tulip (Investor asal Korea Selatan), Hotel Pullman (oleh ITDC), Hotel Paramount (Investor asal Amerika Serikat), Hotel X2 (Investor asal Indonesia) dan Hotel ClubMed (oleh ITDC). ITDC menargetkan kelima hotel tersebut mulai beroperasi guna mengejar target operasional 1.200 kamar hotel pada tahun 2019.

Selain itu, ITDC juga mengandeng Vinci Grand Project (BUMN asal Prancis) untuk mengembangkan Mandalika Street Race Circuit Cluster seluas 120 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp 6,7 triliun. Pembangunan kompleks sirkuit yang di dalamnya terdapat tujuh hotel dan convention center (gedung pertemuan) ini rencananya akan selesai dibangun pada 2019 mendatang.

"Agar tata ruangnya baik, pasar cenderamata tolong disiapkan dari ITDC. Jangan biarkan masyarakat bikin sendiri sehingga tidak tertata dan kumuh. Biar masyarakat menikmati kawasan ini, tapi tata yang baik," ucap Jokowi.