Kumparan Logo

Jokowi Puji DPD yang Cepat Respons Tantangan Ekonomi Indonesia

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Joko Widodo dan Jusuf Kalla di Gedung DPR/MPR. Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Joko Widodo dan Jusuf Kalla di Gedung DPR/MPR. Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan

Presiden Joko Widodo mengakui tantangan ekonomi di daerah dalam setahun terakhir semakin cepat direspon oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Ia pun mengapresiasi kinerja DPD.

Beberapa tantangan tersebut adalah kedaulatan pangan, penataan hak ulayat dan masyarakat hukum adat, pemanfaatan energi terbarukan dan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Saya mengapresiasi respons cepat DPD menyikapi tantangan mendesak yang dihadapi daerah, seperti tantangan pangan, penataan hak ulayat dan masyarakat hukum adat, pemanfaatan energi terbarukan, dan pengembangan UMKM," ujar Jokowi dalam pidato kepresidenan di sidang tahunan MPR-RI 2019, Gedung MPR RI, Jakarta, Jumat (16/8).

Jokowi mencontohkan beberapa hal yang telah dilakukan DPD dalam menjalankan fungsi anggaran, yakni memberi masukan kepada pemerintah terkait skema Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH).

DPD gelar sidang paripurna pemilihan pimpinan baru Foto: Ricad Saka/kumparan

"DPD memberi masukan kepada pemerintah terkait skema DAU, DAK, dan DBH agar desentralisasi fiskal memberikan rasa adil dan menjadi solusi mendasar bagi persoalan yang dihadapi oleh daerah," jelasnya.

Selain itu, Jokowi mengatakan selama setahun terakhir DPD telah menghasilkan produk legislasi berupa tujuh RUU usul inisiatif DPD, enam pandangan pendapat terhadap RUU, empat pertimbangan terhadap RUU, dan sepuluh hasil pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang sesuai dengan bidang tugas DPD.

"Kita berharap DPD bersama pemerintah terus bergerak membangun Indonesia dari pinggiran, dari daerah dan desa. Dukungan DPD untuk memajukan daerah harus terus dilanjutkan," ujarnya.