Kumparan Logo

Jonan ke Pertamina: Jangan Hanya Nunggu Blok Produksi yang Jatuh Tempo

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan sambutan pembukaan pameran ke 43 IPA "Driving Exploration and Optimizing Existing Production for Long Term Energy Security" di JCC, Senayan, Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan sambutan pembukaan pameran ke 43 IPA "Driving Exploration and Optimizing Existing Production for Long Term Energy Security" di JCC, Senayan, Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menteri ESDM Ignasius Jonan meminta agar PT Pertamina (Persero) lebih rajin melakukan eksplorasi untuk mencari cadangan minyak dan gas (migas) baru. Dia menyindir agar perusahaan jangan hanya menunggu diberi blok-blok produksi yang akan terminasi atau habis masa kontraknya.

"Pertamina sendiri harus mempunyai semangat. Harus melakukan eksplorasi dengan sungguh-sungguh. Jadi jangan hanya menunggu blok produksi yang sudah jatuh tempo terus nanti diteruskan oleh mereka," kata dia saat ditemui dalam The 43rd IPA Convention and Exhibition 2019 (IPA Convex) di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (4/9).

Lebih lanjut, Jonan mengaku sebenarnya tak mempermasalahkan jika Pertamina mengurus blok-blok terminasi. Tapi di sisi lain, semangat perusahaan untuk eksplorasi harus besar. "Jadi, mau tak mau harus eksplorasi sendiri. Malah lebih bagus, Pertamina ekspansi juga ke luar negeri," ujar Jonan.

embed from external kumparan

"Itu sih oke (dapat blok terminasi), enggak ada masalah, tapi eksplorasinya juga harus. Karena kalau di hulu migas, kalau Anda mau bikin terobosan yang besar, mau ekspansi yang besar di bisnis itu harus melakukan eksplorasi sendiri," Jonan menambahkan.

Blok produksi yang jatuh tempo dan diberikan ke Pertamina di antaranya adalah Blok Mahakam dan Blok Rokan. Blok Mahakam pernah menjadi penghasil gas terbesar di Indonesia. Sedangkan Blok Rokan pernah menjadi produsen minyak terbesar di Indonesia.

Potensi migas Indonesia sebenarnya masih terbilang menjanjikan. Sebab saat ini, dari 128 cekungan (bassin) yang ada di Indonesia, yang sudah dieksplorasi baru 54 cekungan dan baru 18 di antaranya yang berproduksi. Sisanya masih perawan, belum terjamah.