Jonan Resmikan BBM Satu Harga di Poco Ranaka, Manggarai Timur

Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) penyalur BBM Satu Harga di Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur. Ini merupakan SPBU BBM Satu Harga yang ke 132 yang dibangun PT Pertamina (Persero) bersama pengusaha swasta setempat.
Jonan mengatakan sebenarnya hari ini ada 4 SPBU BBM Satu Harga lagi yang resmi beroperasi di tempat lain. Dengan begitu, total SPBU yang dibangun di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) mencapai 136 unit.
"Selama 3 tahun dari 2017-2019 sudah selesai 136 dan akan dilengkapi jadi 170 SPBU BBM Satu Harga," kata dia dalam sambutannya, Jumat (10/5).
Untuk Provinsi NTT sendiri, ini merupakan penyalur BBM Satu Harga ke-8 yang telah dibangun oleh Pemerintah. Sebelumnya, 2 penyalur telah dibangun tahun 2017 dan 5 penyalur di tahun 2018.
Selanjutnya, pemerintah juga akan membangun lagi 8 penyalur BBM Satu Harga di NTT yang tersebar di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao; Kecamatan Kodi Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya; Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende dan Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata. Lalu bakal dibangun juga di Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata; Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor; Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat; dan Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Dengan beroperasinya lembaga penyalur BBM Satu Harga di wilayah ini diharapkan perekonomian masyarakat meningkat seiring turunnya harga sembako. "Mengingat sebelumnya masyarakat di wilayah Poco Ranaka harus membeli BBM dengan harga hingga Rp 15.000 per liter," ungkap Jonan.
Secara keseluruhan, selama 2017-2019, target SPBU BBM Satu Harga yang ditargetkan dibangun 170 penyalur. Rinciannya 160 penyalur dibangun Pertamina bersama swasta. Sisanya, 10 SPBU dibangun PT AKR Corporindo Tbk.
Sebagai informasi, dari tahun 2017 hingga 2019 akan dibangun 170 Penyalur BBM Satu harga. Pada Tahun 2017 telah terbangun 57 Penyalur, dengan rincian 54 Penyalur oleh Pertamina dan 3 Penyalur oleh AKR Corporindo.
Sementara, pada tahun 2018 telah dibangun 74 lembaga penyalur, dengan rincian 68 penyalur oleh Pertamina dan 6 penyalur oleh AKR Corporindo.
Untuk tahun 2019 ini, akan dibangun 39 Lembaga Penyalur BBM Satu Harga, di mana 38 Lembaga Penyalur oleh Pertamina dan 1 Lembaga Penyalur oleh AKR Korporindo.
"Dalam pelaksanaannya, pemerintah pusat bersama dengan pemerintah daerah setempat serta Pertamina, AKR, BPH Migas telah berkoordinasi dalam menetapkan titik lokasi penyaluran BBM satu Harga ini," jelas Jonan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, kehadiran BBM Satu Harga ini sesuai dengan tujuan pengelolaan energi Pertamina yang salah satunya adalah Availability atau ketersediaan. "Sehingga dengan adanya SPBU ini merupakan bentuk upaya Pertamina menjamin ketersediaan BBM di wilayah Indonesia termasuk di daerah yang selama ini belum ada layanan BBM,” ujarnya.
