kumparan
8 Mar 2018 15:07 WIB

Kawasan Industri Cikande yang Jadi Pilihan Investor Manufaktur

Pabrik di kawasan industri Modern Cikande. (Foto: Abdul Latif/kumparan)
Kawasan Industri Modern Cikande mulai bergeliat. Kawasan industri yang lokasinya berada di Serang, Banten, tersebut berhasil menarik investor yang mau membangun pabrik produksinya di sana. Saat ini tercatat sudah ada 250 perusahaan aktif yang membangun usahanya di Kawasan Industri Modern Cikande.
ADVERTISEMENT
"Kurang lebih 250 perusahaan yang memilih kawasan kami untuk investasi (terutama) di sektor manufaktur," ungkap Presiden Direktur PT Modern Industrial Estate, Pascall Wilson, saat jumpa pers di Gedung Modern Cikande Industrial Estate, Serang, Kamis (8/3).
Dari 250 perusahaan yang membangun pabriknya di sana, 61% adalah perusahaan nasional. Sisanya adalah perusahaan asing yang datang dari berbagai negara seperti China, Singapura, Taiwan, Malaysia, Eropa dan Amerika.
Pabrik di kawasan industri Modern Cikande. (Foto: Abdul Latif/kumparan)
Dia merinci, terdapat 6 kategori perusahaan manufaktur yang mendirikan pabriknya di Cikande, yaitu industri makanan dan minuman dengan porsi 40%, industri baja dan turunan dengan porsi 15%, industri otomotif dengan porsi 2%, serta industri kimia dan beberapa jenis industri lainnya seperti kertas, bahan pakan ternak, bahan bangunan dengan porsi 43%.
ADVERTISEMENT
Pascall menambahkan dari 3.175 hektare total luas lahan yang ada di kawasan industri Cikande, baru 1.400 hektare yang sudah dikembangkan. Masih ada 1.775 hektare berupa tanah lowong yang ada di kawasan industri Cikande.
"Kawasan Cikande salah satu kawasan paling tua dan paling besar di barat Jakarta," katanya.
Dia optimistis Kawasan Industri Modern Cikande akan terus didatangi perusahaan lokal dan asing yang mau membangun pabriknya di sana. Apalagi dia mengklaim lokasi kawasan industri Cikande yang sudah berdiri sejak 1991 itu sangat strategis dan diapit oleh 3 pelabuhan besar yaitu Pelabuhan Cigading, Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Merak.
"Kita harap ini menjadi kawasan utama bagi industri di bagian barat Jakarta. Positifnya kita mau akses itu relatif lancar dibandingkan dengan Cikarang itu macetnya luar biasa. Setelah dibuka pintu tol Cikande lonjakan permintaan kawasan industri akan signifikan, pintu tol ini akan memotong durasi tempuh selama 30 menit," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan