Kumparan Logo

Kemenperin Prediksi Penjualan Baju Selama Ramadhan Naik 30 Persen‎

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tren Gamis Sabyan Jelang Lebaran 2019 di Pasar Tanah Abang. Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tren Gamis Sabyan Jelang Lebaran 2019 di Pasar Tanah Abang. Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memprediksi penjualan pakaian oleh Industri Kecil dan Menengah (IKM) selama Ramadhan pada tahun ini akan men‎ingkat hingga 30 persen dibandingkan hari biasa.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin, Gati Wibawaningsih, menyampaikan prediksi tersebut dibuat berdasarkan pola konsumsi masyarakat berbelanja pakaian‎ di awal Ramadhan.

"Nanti naiknya sekitar 20-30 persen untuk penjualannya," katanya kepada kumparan, Selasa (21/5).

Baju Koko di Pasar Tanah Abang Jelang Ramadhan, Sabtu (18/5). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

Dia menjelaskan pada event International Handicraft Trade Fair (Inacraft) yang digelar 24-28 April 2019 di Jakarta, pakaian menjadi produk yang paling banyak terjual dibandingkan produk lain.

"Kalau lihat dari pameran aja ya itu kan lumayan, bagus ya kemarin. Kayanya sih untuk kenaikan 30 persen itu oke (realistis)," ucap Gati.

Dia menambahkan pada bulan Ramadhan ini, IKM yang menjual pakaian diramal meraup untung 300 persen dibandingkan hari biasa. ‎Adapun pakaian yang paling banyak terjual yakni jenis gamis hingga baju koko.

"Kalau orang per orang, omzetnya bisa naik sampai 300 persen. Tapi kan Ramadhan ini belum selesai, makanya saya belum bisa sampaikan (realitanya)," bebernya.