Kumparan Logo

Kemenperin Teken MoU Serap Garam Lokal 1,1 Juta Ton

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga menyiapkan lahan untuk area penggaraman. Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
zoom-in-whitePerbesar
Warga menyiapkan lahan untuk area penggaraman. Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menandatangani komitmen penyerapan garam rakyat baru untuk periode 2019-2020 sebesar 1,1 juta ton.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, lewat kerja sama penandatanganan nota kesepahaman bersama (Memorandum of Understanding/MoU) ini, penyerapan garam lokal bisa meningkatkan kesejahteraan bagi para petani garam lokal. Selain itu, juga menjamin ketersediaan garam bagi para pelaku industri.

"Para pelaku industri bisa menjamin harga beli kepada para petani dan para petani juga diharapkan bisa menjamin kualitas garam hasil produksi. Sehingga keterkaitan antara keduanya didasarkan pada harga dan kualitas," katanya saat ditemui di Gedung Kementerian Perindustrian, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (6/8).

Nantinya, garam rakyat ini akan dibeli oleh para pelaku industri di kisaran harga Rp 800 hingga Rp 900 per kilogram. Total 164 petani garam dan 11 pelaku industri yang terlibat dalam MoU ini.

Petambak memanen garam di desa Tanjakan, Krangkeng, Indramayu. Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono menjelaskan, nantinya kalangan pelaku industri yang menggunakan garam lokal ini berasal dari industri kertas dan petrokimia.

"Kalau untuk industri Chlor Alkali Plant (CAP) tidak karena memang 70 persen kebutuhan garam untuk industri ini bergantung di garam. Sementara harga garam lokal yang dibeli oleh industri itu cukup mahal dibanding garam impor," katanya.

Dia menambahkan, realisasi serapan garam lokal oleh industri untuk periode 2018-2019 mencapai 1.053.573 ton. Hanya 97 persen dari target serapan sebesar 1,12 juta ton. Adapun garam-garam yang diserap berasal dari sejumlah daerah seperti Cirebon, Indramayu, Karawang, Demak, Jepara, Rembang, Pati dan masih banyak lagi.