kumparan
11 Jan 2019 18:41 WIB

Kuasai 51 Persen Saham, PGN Evaluasi Kinerja Manajemen Pertagas

PGN Resmi Akuisisi Pertagas. (Foto: Dok. PGN)
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN berencana melakukan evaluasi kinerja manajemen Pertagas dan anak usahanya, Pertagas Niaga. Sebab PGN ingin memastikan manajemen Pertagas dan Pertagas Niaga diisi talenta terbaik.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya pada Jumat (28/12/2018), PGN menandatangani Sales Purchase Agreement (SPA) pembelian 51 persen saham Pertagas dan Pertagas Niaga dari Pertamina sebesar Rp 20,18 triliun. Dengan begitu, kedua perusahaan itu kini jadi anak usaha PGN.
"Artinya manajemen Pertagas yang sudah diangkat RUPS waktu itu kami akan review sesuai penunjukkan," ujar Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (11/1).
Dia menjelaskan, review kinerja itu perlu dilakukan untuk mempertahankan talenta terbaik, dan mengganti jajaran direksi yang bekerja tak sesuai standar. Dengan demikian, tak ada unsur like and dislike dalam penentuan manajemen.
Ilustrasi Perusahaan Gas Negara (PGN). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
"Kalau dalam review kinerjanya jelek, tentu ada pengganti. Tapi kalau bagus tidak ujuk-ujuk kita ganti, tidak," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Saat ini, Direktur Utama Pertagas adalah Wiko Migantoro yang menjabat sejak 21 Agustus 2018. Sebelumnya, Wiko menjabat sebagai Vice President Liquefied Natural Gas (LNG) PT Pertamina (Persero) periode 2017-2018.
"Manajemen Pertagas akan mengikuti kontrak yang sudah ada. Soal job description nanti masih akan direview," kata Gigih.
Adapun akuisisi 51 persen saham Pertagas dan anak usahanya dari Pertamina ke PGN itu merupakan salah satu rangkaian dari proses pembentukan holding BUMN Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang resmi berdiri pada 11 April 2018.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan