Pencarian populer

Mangkrak 9 Tahun, Pembangunan Kawasan Industri Aceh Dimulai Lagi

Gubernur Aceh Nova Iriansyah meresmikan dimulainya pembangunan Kawasan Industri Aceh, Kamis (20/12). (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)

Setelah mangkrak selama 9 tahun, Pemerintah Provinsi Aceh memulai lagi Kawasan Industri Aceh (KIA). Kawasan industri pertama di Provinsi Serambi Mekah itu, sudah digagas sejak 2009 dan diterbitkan Keputusan Gubernur-nya pada 2014.

Dimulainya pembangunan KIA dilakukan melalui groundbreaking proyek tersebut pada Kamis (20/12), di kawasan Ladong, Kabupaten Aceh Besar. Meski demikian, dari target lahan seluas 250 hektare (ha), yang sudah dibebaskan dan siap dibangun baru 66 ha.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, KIA menjadi penting bagi rakyat Aceh untuk membangkitkan kesejahteraan ekonomi masyarakat khususnya di wilayah Aceh Besar. “Kawasan KIA ini bakal menjadi potensi besar untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat Aceh di masa akan datang,” ujar Nova dalam sambutannya.

Dia menjelaskan, sebelum peresmian KIA dimulai, pemerintah Aceh telah melewati perjalanan panjang untuk mewujudkan kawasan industri tersebut. Prosesnya sudah dimulai sejak 9 tahun lalu.

Kawasan Industri Aceh merupakan kawasan industri pertama yang dibangun di Provinsi Serambi Mekah. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)

Nova mengakui, proyek tersebut lama terbengkalai karena disebabkan beberapa kendala teknis seperti perizinan dan regulasi. “Baru sejak tiga tahun terakhir regulasinya sudah mudah kita lakukan. Sehingga pemerintah terus menggenjot persiapan, hingga hari ini bisa meresmikan dimulainya proyek ini,” paparnya.

Mengutip penjelasan Pemprov Aceh, dana yang disiapkan untuk membangun KIA sebesar Rp 112 miliar dan dialokasikan secara multiyears. Dana sebesar itu, antara lain untuk pembebasan lahan Rp 50 miliar, pembangunan sarana dan prasarana Rp 56 miliar, dan kegiatan nonfisik Rp 5,8 miliar.

Sedangkan proyeksi kebutuhan listrik kawasan industri itu mencapai 10 MegaWatt dan sudah siap dipasok oleh PT PLN (Persero). KIA yang lokasinya berjarak sekitar 20 kilometer dari Banda Aceh itu, lokasinya sangat strategis karena berhadapan langsung dengan bibir pantai selat Malaka.

Kawasan Industri Aceh siap dibangun di lahan seluas 66 ha, dari total lahan seluas 250 ha. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)

Nova memaparkan Kawasan Industri Aceh ini nantinya akan dijadikan Competitive, Halal, Smart and Green Industrial Park. Segmen ini diyakini akan menarik minat investor. Hingga saat ini, kata dia, sudah ada dua investor dari Malaysia dan Korea Selatan yang berminat untuk membuka membuka industri di KIA.

“Hasilnya telah konkret dan calon investor sudah ada yaitu dari Malaysia dan Korea Selatan. Dan kita terus berusaha mengundang investor untuk datang. Rencana kedua investor itu nantinya pemerintah akan membuat konsep terkait bidang industri apa yang akan dijalankan,” tuturnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.36