Menjajal Naik MRT Jakarta dari Bundaran HI ke Lebak Bulus

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta masih terus melakukan uji coba operasional kereta MRT. Tujuannya tidak lain adalah untuk mengecek seluruh sistem dan mesin kereta hingga dipastikan siap beroperasi secara komersial pada tahun depan.
Untuk itu, Kumparan berkesempatan menjajal MRT Jakarta saat masa uji operasional. Rute yang dilalui yaitu dari Bundaran HI menuju Lebak Bulus.
Sebelum naik MRT, kami dipersilahkan untuk mengenakan perlengkapan keselamatan seperti rompi pelindung, helm konstruksi bertuliskan MRT, serta sepatu boot berwarna kuning.
Satu rangkaian MRT pun tiba. Dalam satu rangkaian terdiri dari 6 kereta atau gerbong. Nantinya saat beroperasi, MRT Jakarta menyiapkan 16 rangkaian kereta.
Saat tiba, President Director PT MRT Jakarta, William Sabandar, bilang bahwa Ratangga telah tiba. Siapa Ratangga? Ternyata Ratangga adalah sebutan untuk kereta MRT Jakarta.

"Artinya perang. Dengan adanya layanan MRT kita berharap sebuah perjuangan mengubah Jakarta," sebut William Sabandar, Selasa (11/12).
Sebelum Ratangga benar-benar berjalan tepat pukul 10.00 WIB, kami menyempatkan diri untuk menjelajah area stasiun MRT Bundaran HI yang berada 19 meter di bawah permukaan tanah. Akses masuknya melalui depan Plaza Indonesia berupa terowongan ke bawah tanah. Tangga menurun menyambut untuk masuk ke area stasiun.
Setiap sudut stasiun masih terlihat peralatan proyek. Beberapa pekerja pun masih sibuk memeriksa bagian-bagian tertentu. Maklum saja saat ini memang masih dalam masa percobaan. Kondisi suasana stasiun sedikit gelap.
Sebagian lampu sudah mulai berfungsi, hanya saja penerangan belum maksimal. Selain itu, pendingin ruangan atau AC stasiun juga belum berfungsi secara optimal lantaran masih ada pengerjaan proyek tertentu yang mengharuskan AC mati. Jadi sudah bisa ditebak, berada di Stasiun Bundaran HI terasa pengap dan panas.
Setelah melihat-lihat Stasiun Bundaran HI, Ratangga pun siap diberangkatkan. Nah keunggulan Ratangga ini adalah tepat waktu. Artinya pihak MRT Jakarta mendesain lama perjalanandari Stasiun Bundaran HI menuju Lebak bulus hanya ditempuh maksimal 30 menit, jaraknya sekitar 16 kilometer (km).

Masuk ke dalam kereta rasanya sedikit berbeda dengan saat masuk ke kereta Commuter Line. Maklum, kereta MRT ini adalah baru didatangkan langsung dari Jepang. Produsennya bernama Nippon Sharyo.
Desain interior MRT sangat elegan dan suara mesin pun terdengar halus. Untuk kursi penumpang. kereta MRT menggunakan bahan plastik.
"Kita pilih bahan plastik karena secara perawatan lebih mudah dan lebih bersih," ujar William.
William menjelaskan saat beroperasi nanti waktu tunggu kereta paling lama 10 menit. Sedangkan pada jam-jam sibuk, waktu tunggu lebih cepat hanya 5 menit.
"Jadi kalau waktu rush hour kereta kita akan lebih cepat 5 menit. Biasanya rush hour itu terjadi mulai pukul 5.30 sampai 08.30," katanya.

Secara perlahan kereta MRT memacu kecepatannya. Guncangan pada kereta MRT ini sangat minim sehingga memberikan rasa nyaman bagi penumpang.
Dari Bundaran HI ke Lebak Bulus, kami melewati 12 stasiun yaitu Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora, Senayan, Sisingamangaraja, Blok M, Blok A, Haji Nawi, Cipete Raya, Fatmawati, dan terakhir di Lebak Bulus. Setelah dihitung, perjalanan dari Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus ditempuh dalam waktu 30 menit.
