Mentan: 56 Importir Bawang Putih Diblacklist karena Permainkan Harga

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku telah mencoret 56 importir bawang putih. Alasannya sederhana, karena mereka dicurigai melakukan permainan harga dan praktik kartel.
“Kami sampaikan juga kami sudah blacklist 56 perusahaan hari ini yang selalu permainkan harga,” katanya saat ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (5/5).
Dia mengaku telah mencabut izin seluruh importir tadi untuk beroperasi. Adapun importir tadi selama ini mengimpor komoditas bawang putih, bawang merah, hingga cabai merah.
Hal ini dilakukan untuk menstabilkan harga komoditas pangan tersebut. Khususnya bawang putih.
“Sehingga nantinya harga komoditas bawang putih stabil, petaninya untung, pengusaha sudah untung, juga konsumennya menikmati harga yang baik. Kita blacklist selamanya, bahkan yang lebih parah itu kita larang mereka main-main ke Kementerian Pertanian,” kecamnya.
Selain itu, dia juga mengatakan sudah ada 14 importir bawang putih nasional yang meneken kesepakatan dengan pemerintah untuk menjamin harga bawang putih turun. Para importir yang sudah bertanda tangan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bawang putih namun ternyata gagal memenuhi komitmennya itu akan dijatuhi sanksi sampai blacklist oleh Kementerian Pertanian.
“Semua yang memainkan harga di sektor pertanian, saya pastikan blacklist. Tidak ada kompromi. Sudah ada 700 mafia pangan kita blacklist, bahkan 400 sudah ada tersangka. Tidak ada kompromi bagi mereka yang mempermainkan harga pangan di RI," tegas Amran.
