Kumparan Logo

Mimpi Mengembalikan Kejayaan Rempah-rempah Nusantara

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi cengkeh. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cengkeh. (Foto: Pixabay)

Pemerintah ingin mengembalikan kejayaan rempah-rempah Nusantara. Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyediakan dana sekitar Rp 2,7 triliun untuk mengembangkan komoditas rempah-rempah.

Upaya pemerintah ini disambut baik oleh Ketua Dewan Rempah Indonesia, Gamal Nasir. Mantan Direktur Jenderal Perkebunan Kementan ini mengatakan, tanaman rempah di Indonesia memang perlu peremajaan. Tanamannya sudah tua-tua sehingga produktivitasnya rendah.

"Saya apresiasi Kementan memperhatikan rempah kita, kan sudah lama produksinya menurun terus, rempah kita karena tanamannya sudah tua-tua," ujar Gamal saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Kamis (1/2).

Gamal menilai, anggaran yang dialokasikan Kementan untuk pengembangan komoditas rempah-rempah cukup besar. Menurutnya, dana Rp 2,7 triliun tersebut cukup memadai untuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah.

"Nah ini kan udah bagus Rp 2,7 triliun dibiayai untuk rempah, dan ini sudah mulai kelihatan geraknya, mudah-mudahan satu dua tahun sudah ada yang betul-betul menghasilkan dan bisa mengangkat rempah kita secara keseluruhan," ujarnya.

Dulu orang-orang Eropa, mulai dari Portugis hingga Belanda, datang ke Indonesia karena mencari rempah-rempah. Dengan adanya upaya yang dilakukan Kementan, bukan tidak mungkin kejayaan rempah-rempah akan kembali.

"Potensi (Indonesia) cukup besar, apalagi sekarang infrastruktur dibenahi jadi makin mudah untuk masuk dan keluar. Masuknya input seperti pupuk dan lain-lain itu jadi lebih mudah," jelasnya.