Kumparan Logo

Pelabuhan Tanjung Priok Belum Pastikan Kapan Akan IPO

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Media gathering PT Pelabuhan Tanjung Priok di Brizola, Jakarta Selatan. Foto: Ema Fitriyani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Media gathering PT Pelabuhan Tanjung Priok di Brizola, Jakarta Selatan. Foto: Ema Fitriyani/kumparan

PT Pelabuhan Tanjung Priok (PT PTP) sudah berencana melakukan pelepasan saham perdana ke publik atau Initial Public Offering (IPO). Tapi, anak usaha PT Pelindo II ini belum mau membeberkan kapan waktu IPO.

Direktur Utama PT PTP Imanuddin mengatakan, hingga kini perusahaan masih melakukan persiapan dan memantau kondisi pasar modal yang sedang berjalan, termasuk pengembangan bisnis perusahaan.

"IPO PTP ini cita-citanya. Cuma kapan, tentu kita lihat momen tepat karena IPO kan banyak faktor dan waktu karena ini bicara pasar modal, sensitivitasnya agak tinggi," kata dia dalam diskusi bersama media di Brizola Restaurant, Jakarta Selatan, Jumat (3/5).

Selain enggan membocorkan tanggal IPO, Imanuddin tak mau membeberkan berapa porsi saham yang bakal di lepas dan dana segar yang diincar. Menurut dia, hal tersebut masih dibicarakan di internal.

Media gathering PT Pelabuhan Tanjung Priok di Brizola, Jakarta Selatan. Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Sebelumnya Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G Masassya, mengatakan anak usahanya di bidang bongkar muat non peti kemas ini direncanakan IPO usai pemilu selesai atau pada Semester I 2019.

Elvyn menjelaskan, porsi saham yang akan dilepas sekitar 30 persen. Untuk menjalankan rencana ini, pihaknya sudah menunjuk joined under writer yang merupakan gabungan antara perusahaan BUMN, swasta, dan asing.

Pelibatan underwriter asing tersebut, kata Elvyn, karena selain mengincar investor domestik, perusahaan juga ingin mengincar investor internasional seperti di kawasan Asean dan Eropa.

"Pak Elvyn mungkin sudah bicara bakal ada IPO setelah pemilu, tapi selesai pemilu kan (IPO) waktunya bisa kapan saja. Saya belum bisa bilang (semester I). Tergantung nanti policy-nya seperti apa," tandas Imanuddin.