Pembangunan Pabrik Kereta PT INKA di Banyuwangi Tuntas di 2020

PT Industri Kereta Api Indonesia (Persero) (INKA) hingga kini masih berproses membangun pabrik baru di Banyuwangi, Jawa Timur. Pabrik kereta ini ditargetkan rampung di 2020.
Direktur Utama INKA, Budi Noviantoro mengatakan, saat ini progres pembangunan pabrik kereta tersebut mencapai 25 persen. Pabrik itu nantinya digadang-gadang bakal jadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan luas lahan 83 hektare.
"Banyuwangi progresnya 25 persen, mudah-mudahan pas ultah INKA 2020 selesai," ujar Budi di acara Ngopi bareng BUMN, di Gedung Sinergy Lounge, Jakarta, Senin (19/8).
Budi menambahkan, pembangunan pabrik ini difokuskan sebagai upaya pengoptimalan ekspor. Utamanya, dalam memangkas jarak tempuh pengiriman.
"Nah kenapa di sana? Karena dekat pelabuhan kalau di Madiun itu kalau saya ke Bangladesh untuk ekspor itu dari Madiun dibawa (ekspor) ke Tanjung Perak itu sebelumnya (menempuh) 2-3 hari sampainya, sekarang 8 jam sampai," papar dia.
Selain itu, pabrik yang ada di Madiun seluas 22 hektare juga tak lagi memadai.
"Sekarang full, tidak cukup kapasitasnya," tegasnya.
Pembangunan pabrik INKA di Banyuwangi bekerjasama dengan perusahaan kereta api asal Swiss, Stadler Rail Group, dengan investasi mencapai Rp 1,6 triliun. Tahap pertama pembangunan pabrik ini menghabiskan dana Rp 483 miliar dengan kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Budi menjelaskan kapasitas produksi INKA meningkat dari 1,5 kereta menjadi sampai 4 kereta api per harinya setelah pabrik rampung seluruhnya.
"Yang tahap pertama sudah proses pembangunan, kita coba bersinergi. Menambah kapasitas 3 sampai 4 kereta per hari," tandasnya.
