Pencarian populer

Pemerintah Masih Yakin Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,2 Persen di 2018

Banggar DPR melakukan rapat kerja dengan pemerintah Senin (23/7). (Foto: Nicha Muslimawati/kumparan)

Pemerintah menyampaikan laporan realisasi APBN semester I 2018 kepada Badan Anggaran DPR RI. Rapat kerja tersebut dilakukan di Ruang Rapat Banggar DPR RI pukul 13.30 WIB.

Adapun rapat tersebut dipimpin langsung oleh Irjen Kemenkeu Sumiyati dan Ketua Banggar DPR RI Azis Syamsuddin dan dihadiri oleh Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani.

Dalam pemaparannya, Askolani menyampaikan realisasi APBN semester I 2018 dan prognosis semester II 2018.

Pertumbuhan ekonomi selama enam bulan pertama tahun ini diperkirakan sebesar 5,1 persen, sementara di semester II diprediksi sebesar 5,3 persen. Sehingga selama 2018, pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,2 persen.

"Hal ini tak terlepas dari situasi perekonomian global yang masih sulit diprediksi, kebijakan moneter dan perdagangan AS telah berimbas negatif di pasar keuangan banyak negara, termasuk Indonesia," ujar Askolani di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (23/7).

Bongkar muat di Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Selain itu, laju inflasi selama semester I 2018 juga mencapai 3,1 persen secara tahunan (yoy) dan semester II diprediksi sebesar 3,5 persen (yoy). Sehingga sampai akhir tahun ini, laju inflasi diprediksi masih sesuai target pemerintah sebesar 3 5 persen.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga akhir Juni 2018 mencapai Rp 13.746, dan di semester II diprediksi Rp 14.200. Hingga akhir tahun ini, pemerintah memprediksi nilai kurs rupiah mencapai Rp 13.973, di atas target.

Suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) juga mencapai 4,3 persen dan diprediksi semester II sebesar 5,6 persen. Namun hingga akhir tahun ini tingkat suku bunga diprediksi hanya 5 persen.

Harga minyak mentah Indonesia hingga akhir Juni mencapai USD 67 per barel, dan di semester II ini diprediksi USD 70 per barel, sehingga sampai akhir tahun ini harga minyak mentah diprediksi sebesar USD 70 per barel, meleset dari target yang sebesar USD 48 per barel.

Selain itu, lifting migas di semester I 2018 sebesar 758 ribu barel per hari dan di semester II sebesar 792 ribu barel per hari. Sementara di semester II, lifting minyak diprediksi 775 ribu barel per hari.

Selanjutnya, lifting gas selama enam bulan pertama ini mencapai 1,146 juta barel setara migas per hari dan di semester II diprediksi 1,086 juta barel setara minyak per hari. Dan pada akhir tahun, lifting gas diprediksi 1,116 juta barel setara migas per hari, masih sesuai dengan target yang sebesar 1,2 juta barel setara minyak per hari.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23